logo batamtoday
Minggu, 21 Juni 2026
PKP BATAM


Kepri Perkuat Magnet Wisata Lintas Batas Lewat 4 Skema Visa Khusus Wisatawan Singapura dan Malaysia
Sabtu, 17-05-2025 | 19:14 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Peluncuran Program 'Eazy 1000 Passport & Kepri Easy Access' di Grand Batam Mall, Sabtu (17/5/2025). (Aldy/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat posisinya sebagai gerbang utama pariwisata lintas batas Indonesia. Terbaru, Kepri menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengadopsi empat skema visa khusus yang mempermudah akses wisatawan dari Singapura dan Malaysia.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program Kepri Easy Access, yang diluncurkan dalam acara "Eazy 1000 Passport & Kepri Easy Access" di Grand Batam Mall, Sabtu (17/5/2025). Acara tersebut merupakan kolaborasi strategis antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepri dan Pemerintah Provinsi Kepri.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah progresif yang memperkuat daya saing Kepri di sektor pariwisata kawasan perbatasan.

"Kepri kini jadi provinsi pertama di Indonesia yang menawarkan empat skema visa khusus untuk wisatawan Singapura dan Malaysia. Ini adalah terobosan besar yang akan meningkatkan arus wisatawan secara signifikan," ujar Nyanyang Haris.

Empat Skema Visa Khusus Kepri:
1. Bebas Visa bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura
2. Visa Kunjungan 7 Hari dengan tarif hanya Rp250
3. Bebas Visa untuk pemegang Student Pass Singapura
4. Bebas Visa untuk pemegang Long Term Visit Pass (LTVP) Singapura

Kebijakan ini tidak hanya membuka akses lebih mudah bagi wisatawan asing, tapi juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan ke wilayah Kepri, yang meliputi Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

"Kami ingin Kepri dikenal sebagai destinasi yang paling cepat, mudah, dan nyaman diakses oleh wisatawan internasional," lanjut Nyanyang.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, menegaskan bahwa sinergi antara pihak imigrasi dan pemerintah daerah akan terus diperkuat demi menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat inovasi dan memastikan daya tarik wisata Kepri tetap kompetitif," katanya.

Sebagai bagian dari program pelayanan publik yang inovatif, Ditjen Imigrasi Kepri juga menghadirkan Eazy Passport layanan pembuatan paspor massal yang digelar selama dua hari (17-18 Mei 2025). Sebanyak 1.000 paspor diproses dalam program ini, yang ditujukan bagi masyarakat yang sulit mengurus paspor di hari kerja.

Mengusung semangat Hari Kebangkitan Nasional, program ini hadir dengan tema, 'Bangkit Indonesiaku, Bangkit Imigrasiku'.

"Ini bukan sekadar soal dokumen perjalanan, tapi upaya nyata dalam menghadirkan layanan publik yang mendukung pemulihan pariwisata dan sektor ekonomi lainnya," pungkas Ujo.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit