logo batamtoday
Rabu, 06 Mei 2026
PKP BATAM


BP Batam Ungkap Outlook Investasi 2025, Apple Bangun Pabrik dan Komitmen Pangkas Birokrasi Perizinan
Selasa, 06-05-2025 | 16:04 WIB | Penulis: Redaksi/Alex
 
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Kabag Humas Sazani, saat membahas Outlook Investasi Batam dengan sejumlah Media, Selasa (6/5/2025). (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan proyeksi dan strategi investasi Kota Batam dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis, Selasa (6/5/2025).

Bertempat di ruang kerjanya, Fary mengungkap berbagai perkembangan investasi strategis, termasuk rencana pabrik Apple, penanganan dampak kebijakan resiprokal Amerika Serikat, serta langkah konkret untuk mempermudah birokrasi perizinan.

"Salah satu rencana investasi terbesar tahun ini datang dari Apple melalui vendornya, Luxshare-ICT. Saat ini mereka sedang membangun pabrik di Batam, dan kami harapkan bisa mulai berproduksi sebelum Desember 2025," ungkap Fary.

Ia menyebut total investasi mencapai Rp 16 triliun dan diproyeksikan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal.

Selain proyek Apple, BP Batam terus mengawal sejumlah investasi strategis lainnya. Beberapa di antaranya adalah proyek panel surya untuk Energi Baru Terbarukan (EBT), pengembangan kawasan Rempang Eco-City yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terus dikonsolidasikan dengan Pemerintah Pusat.

"Kami pastikan seluruh proyek berjalan sesuai jalur. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus kami lakukan untuk memastikan kelancaran realisasi investasi," kata Fary.

Fary juga menyoroti posisi Batam dalam konteks regional. Ia menyatakan bahwa Singapura dan Malaysia bukanlah pesaing, melainkan mitra yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Kami tidak melihat mereka sebagai kompetitor. Justru kita bisa saling melengkapi, terutama di sektor industri dan investasi," tuturnya.

Terkait kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat, Fary menegaskan BP Batam mengambil pendekatan konstruktif. "Kami menyikapinya sebagai dorongan untuk berinovasi dan berkolaborasi lebih luas. Kami juga berkomitmen memfasilitasi pelaku usaha yang terdampak agar iklim investasi tetap stabil," ujarnya.

Dalam rangka menarik investasi berkualitas, Fary menyampaikan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, agar seluruh jajaran aktif mengidentifikasi sektor dengan daya saing tinggi. Salah satu contoh konkret adalah pengembangan pusat data (data center) di kawasan Nongsa.

"Investasi data center ini sangat menjanjikan. Potensi uniknya akan kami maksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Batam," jelasnya.

Fary juga mengungkap arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam harus berada dua persen di atas rata-rata nasional setiap tahun. Menyikapi hal tersebut, BP Batam berkomitmen mempercepat perizinan investasi dan menyederhanakan birokrasi.

"Tugas kami adalah menjadikan Batam lebih ramah investasi. Maka dari itu, kami sedang menyiapkan skema pelimpahan beberapa jenis perizinan dari Jakarta ke BP Batam, agar prosesnya lebih cepat dan efisien," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Fary menyampaikan harapannya agar seluruh investasi yang masuk dapat memberikan dampak inklusif bagi masyarakat Batam. Yang utama dari semua ini adalah agar manfaatnya dirasakan bersama. Pertumbuhan ekonomi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat Batam semakin baik," tutupnya.

Turut hadir dalam agenda ini, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK Irfan Syakir Widyasa, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Surya Kurniawan Suhairi, Kepala Bagian Humas Sazani, serta beberapa pejabat tingkat IV BP Batam.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit