logo batamtoday
Kamis, 30 Mei 2024
JNE EXPRESS


Minta Kepala BC Dicopot
Dugaan Pungli Oknum Pegawai BC, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor BC Batam
Senin, 24-10-2022 | 17:09 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Persatuan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (PAMPI) demo di depan kantor BC Batam. (Aldy/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Persatuan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (PAMPI) mendesak Direktorat Jenderal Bea Cukai Republik Indonesia, mencopot Kepala Bea dan Cukai Tipe B Batam. Pasalnya ada dugaan pungli oknum pegawai BC Batam dengan pelaku penyelundupan.

Koordinator aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bea dan Cukai Batam, Arie Rahmardani mengatakan, kedatangan PAMPI terkait dugaan banyaknya oknum Bea dan Cukai yang diduga terlibat dengan para pelaku usaha ilegal atau penyelundup.

"Saya dan teman-teman datang ke sini untuk meminta agar Kepala Bea dan Cukai dicopot dari jabatannya. Karena sebagai pimpinan, dia tidak bisa membersihkan instansi yang dipimpinnya dari oknum yang bermain di lapangan dengan pelaku usaha ilegal," terang Arie, saat melakukan aksi di depan kantor BC type B, Batu Ampar, Batam, Senin (24/10/2022).

Selain menuntut pencopotan pimpinan, PAMPI Batam juga menyebutkan bahwa oknum petugas Bea dan Cukai Batam kerap beraksi secara kasat mata di kawasan pelabuhan tikus, seperti di wilayah Punggur, Teluk Nipah, dan Piayu.

Dijelaskan, di area pelabuhan ini, para pelaku usaha ilegal kerap membongkar muatan berbagai barang yang melanggar Undang-Undang Kepabeanan, seperti pakaian bekas, elektronik, hingga oli dan aspal. Yang sebagian besar juga diduga akan dibawa menuju kawasan lain di luar Kepulauan Riau (Kepri) tanpa dokumen yang lengkap.

"Ada pungli yang dilakukan oknum petugas Bea Cukai terhadap kapal yang bongkar muat di pelabuhan tikus ini. Sehingga para pekerja dapat bebas dan tidak takut untuk menunjukkan isi muatan mereka. Dugaan ini sendiri kami lontarkan karena ada bukti," kata Arie.

Saat demonstrasi berlangsung, massa dari pengunjuk rasa juga sempat mengalami gesekan dengan petugas kepolisian, dikarenakan ketidakhadiran perwakilan Bea dan Cukai Batam untuk menemui mereka.

Dengan demikian, masih kata Ari, mereka akan kembali melakukan aksi lanjutan dengan menginap dan mendirikan tenda di area kantor Bea dan Cukai Batam.

"Apabila mereka masih belum mau menemui kami dan memberikan penjelasan. Dalam Minggu ini, kami akan dirikan tenda dan menginap disini," tegasnya.

Sementara, terkait aksi yang dilakukan PAMPI Kota Batam, Kabid BKLI Bea dan Cukai Batam, Rizki Baidillah menyebutkan bahwa saat ini unit kepatuhan tengah mendalami informasi terkait pungli yang dilakukan oleh oknum petugas di lapangan. Menurutnya, tindakan dari oknum ini berpotensi merugikan negara dalam sisi pendapatan pajak.

Selain itu, beberapa jenis barang yang disebut sebagai barang tanpa dokumen kepabeanan, memang merupakan barang yang tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia.

"Terkait pungli, saat ini unit kepatuhan internal sedang mendalami informasi tersebut. Jadi apabila memang dirugikan, silahkan datang ke kami lengkap dengan bukti. Agar bukti yang kami terima segera kita tindaklanjuti," paparnya.

Editor: Yudha

Bawaslu Bintan

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2024 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit