logo batamtoday
Minggu, 05 Desember 2021
PKP


Diskusi Panel Hadirkan Tokoh Lintas Agama
Komnas Perempuan Apresiasi Kampenye Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Batam
Kamis, 25-11-2021 | 19:04 WIB | Penulis: Hadli
 
Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswadi di Aula PIH Batam Center, Kamis (25/11/2021). (Foto: Hadli)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyambut baik diskusi panel penghapusan kekerasan perempuan dan anak yang diinisiasi Jaringan Peduli Migran Perempuan dan Anak Kota Batam karena menghadirkan lintas tokoh agama.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan kawan-kawan Jaringan Peduli Migran Batam karena menurut kami ini sesuatu yang penting karena diskusi ini melibatkan lintas tokoh agama di Batam, Kepulauan Riau yang mendukung kapanye 16 hari memperingati Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak," kata Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswadi di Aula PIH Batam Center, Kamis (25/11/2021).

Tugas tokoh agama, menurut Theresia salah satunya adalah melakukan pencegahan terjadinya tindak kekerasan. Akan lebih baik lagi, tokoh agama juga ikut serta melakukan penanganan.

"Tetapi paling tidak kalau bisa mencegah, mengantisipasi terjadinya kekerasan. Tetapi paling tidak bisa mencegah setidaknya mengantisipasi terjadi kekerasan kepada perempuan," ujarnya.

Secara nasional, tambah Theresia, sebanyak 299 ribu kasus yang ditangani telah terjadi pada perempuan. Dari jumlah tersebut didominasi KDRT dan kekerasan seksual.

"Data yang paling banyak adalah terjadi KDRT dan kekerasan seksual. Laporan - laporan yang masih juga belum direspon baik seperti kapasitas layanan, pelayanan ini memperlihatkan beberapa layanan harus diperbaiki karena KDRT dan kekerasan seksual ini masih terus ada," imbuhnya.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadi kekerasan terhadap perempuan banyak yang bisa dilakukan. Misalnya pencegahan bisa dilakukan oleh siapa saja apalagi oleh tokoh - tokoh agama.

Pencegahan juga bisa dilakukan di lingkungan sekolah dan kampus apalagi saat ini disekolah dan kampus banyak terjadi kekerasan seksualnya. "Dan sekarang sedang diupayakan di kampus untuk terlibat dalam mekanisme penanganan dan pencegahan kekerasan seksual. Berikutnya sama - sama melakukan penanganan serta pemulihan. Ini juga sangat penting sekali karena ruang - ruang pemulihan ini kadang kadang menjadi sesuatu yang tidak dipikirkan oleh kita," ucapnya.

Mereka yang menjadi korban, kata Theresia sering kali kebingungan. Yang perlu didorong, ketika mereka sudah ditangani/dampingi mereka juga harus berfikir untuk melaporkan pengamalan yang dirasakan.

"Ketika trauma, shock dia akan kesulitan untuk melaporkan sehingga pada saat pelaporan itu, mereka juga perlu dipulihkan," tutup Theresia.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit