logo batamtoday
Rabu, 23 Juni 2021
PKP


Mabes Polri Sosialisasi Bahaya Paham Radikalisme di Pesantren Al Kautsar Tanjungpinang
Jumat, 11-06-2021 | 09:48 WIB | Penulis: Hadli
 
Kegiatan sosialisasi bahaya radikalisme di Pesantren Pesantren Al Kautsar Tanjungpinang. (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Mabes Polri gencar melakukan sosialisasi bahaya radikalisme di Kepri. Setelah sebelumnya di Batam sosialiasi mengantisipasi masuknya radikalisme berindah ke Pondok Pesantren Al Kautsar, Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengatakan, Pondok Pesantren Al Kautsar bagi Polres Tanjungpinang dan jajan sudah tidak asing lagi. Selama ini, katanya komonikasi saling terjaga.

PKP

"Kami selama ini saling menjalin komunikasi dan saling berkoordinasi termasuk disekitaran pondok pesantren ini yang menjadi kawasan kampung tangguh," kata Fernado, Kamis (10/6/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Kabag Penum Ro Penmas Div Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan beserta tim, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, Kasatgas Densus 88 AT Polri Korwil Kepri AKBP Refiando.

Selain itu, Pembina Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Kyai Haji Muhammad Supeno, Sekretaris MUI Provinsi Kepri Edi Syafrani, Camat Tanjungpinang Timur H. Dodi, Ketua FKUB Tanjungpinang Zubait, Narasumber Dr. Ahmad dan para santri pondok pesantren Al Kautsar.

"Tentunya harapan kami para adik-adik santri bersedia menerima kedatangan tim Divhumas Polri serta dapat mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan dengan baik," tambah Fernando.

Pembina Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Kyai Haji Muhammad Supeno mengatakan kedatangan Tim Divisi Humas Mabes Polri dan beserta rombongan merupakan kebanggaan bagi pihaknya.

"Kegiatan yang dilaksanakan ini sangatlah baik sehingga dapat mencegah masuknya paham radikalisme ditengah-tengah santriwan maupun santriwati disini dan tentunya kami berharap kita semua dapat mengerti dan memahami apa itu pengertian dari radikalisme serta kontra radikalisme," tutur Kyai Haji Muhammad Supeno.

Kabag Penum Ro Penmas Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kontra radikalisme adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh pemerintah atau aparat keamanan untuk memberi kekuatan kepada semua lini supaya paham radikal tidak masuk ditengah masyarakat.

"Hal ini perlu kita sampaikan kepada anak-anak muda karena paham terorisme itu adalah sebuah paham dari orang-orang yang memiliki pemahaman intoleran yang selalu menentang segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," katanya.

Maka dari itu, tambah dia, generasi muda perlu diberikan pemahaman tentang radikalisme dan bagaimana untuk mengantisipasi masuknya radikalisme ditengah-tengah masyarakat.

Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit