logo batamtoday
Sabtu, 21 Juli 2018
Cluster-Botania-Garden


Mahasiswa UMM Ciptakan Pendeteksi Uang Bagi Tuna Netra
Minggu, 07-01-2018 | 15:30 WIB | Penulis: Redaksi
 
Alat pendeteksi uang untuk penyandang tunanetra buatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Dok. Humas UMM)  

BATAMTODAY.COM, Malang - Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi pendeteksi uang untuk penyandang tuna netra.

Inovasi itu untuk mencegah kecurangan yang kerap dialami penyandang cacat penglihatan itu. Terutama bagi penyandang tuna netra yang berkerja sebagai tukang pijat dan jenis usaha lainnya.

Inovasi itu diberi nama Kacamata Sensor Tuna Netra atau Kasentra. Ada sejumlah perangkat dalam pendeteksi uang tersebut. Seperti sensor warna, box yang terdiri dari mitro controler atau arduino dan port jack sebagai output audio.

Yoga Adi Wijaya, seorang mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Industri (TI) UMM menjelaskan, cara kerja pendeteksi uang itu bermula dari kacamata yang sudah dilengkapi dengan sensor warna. Penyandang tuna netra tinggal mengarahkan sensor pada mata uang yang ada di tangannya.

Kemudian, sensor itu akan menangkap warna pada uang dan mengirimkannya pada arduino yang sudah tersistem sebelumnya.

Arduino lalu mengeluarkannya melalui port jack sehingga memunculkan suara yang menyebutkan nominal pada mata uang tersebut.

"Jadi sensor mendeteksi warna uang. Warna uang kan berbeda - beda," katanya.

Dikatakan Yoga, alat yang dibuatnya itu bisa mempermudah penyandang tunanetra dalam mengenali uang. Sebab selama ini, penyandang tuna netra masih mendeteksi uang melalui angka braille yang ada pada mata uang tersebut.

Kendalanya, jika uang itu sudah lusuh, angka braille yang ada pada mata uang sulit terdeteksi.

"Ada juga yang pakai aplikasi android tapi bagi penyandang tuna netra masih terlalu sulit," katanya.

Ada lima mahasiswa yang turut membuat inovasi pendeteksi uang bagi tuna netra itu. Mereka adalah Yoga Adi Wijaya, Noor Muhamad S. F, Bagus Arif Dwi W, Candra Putra P dan Larossafitri Larasati. Kelimanya adalah mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Industri (TI) UMM.

Awalnya, kelima mahasiswa itu mendapat tugas kuliah untuk membuat inovasi. Kelimanya lalu menggagas inovasi untuk mempermudah penyandang tuna netra dalam mengenali uang.

"Kami survei ke panti pijat yang ada di dekat kampus. Kami tanya, mereka masih menggunakan braille. Kalau tidak gitu, pakai aplikasi android," jelasnya.

Sumber: Kompas.com

Editor: Surya

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit