logo batamtoday
Minggu, 05 Juli 2020
PKP


Jokowi Minta Pelaku Industri Pariwisata Antisipasi Perubahan Tren Wisata
Kamis, 28-05-2020 | 13:52 WIB | Penulis: Redaksi
 
Presiden Joko Widodo (Foto: Sekretariat Presiden)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaku industri pariwisata mengantisipasi terjadinya perubahan tren wisata saat tatanan new normal diberlakukan. Menurut Jokowi, pandemi covid ini akan mengubah tren pariwisata di dunia.

Masalah kesehatan, kehigienisan, keselamatan, dan juga keamanan pun menjadi pertimbangan utama bagi para wisatawan yang hendak berlibur.

“Karena itu industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus betul-betul mengantisipasi terjadinya perubahan tren ini dan kita harus bisa betul-betul mencium perubahannya ke arah mana,” jelas Jokowi saat membuka rapat terbatas tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman covid-19 melalui video conference, di Istana Merdeka, Kamis (28/7/2020).

Selain itu, referensi hiburan para wisatawan pun juga akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak dikunjungi oleh banyak orang. Seperti solo travel tour, wellness tourism, serta virtual tourism, dan staycation.

Karena itu, Presiden mendorong para pelaku industri pariwisata agar melakukan inovasi dan perbaikan-perbaikan. Sehingga dapat segera beradaptasi dengan perubahan tren pariwisata pascapandemi.

Solo travel tour adalah berwisata seorang diri, wellness tour adalah kegiatan wisata yang fokus untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan, virtual tourism berwisata melalui simulasi ke lokasi wisata dalam bentuk video atau susunan foto, sedangkan staycation adalah berlibur di daerah tempat tinggalnya sendiri.

Jokowi menekankan, prosedur tatanan normal baru harus benar-benar dilaksanakan saat industri pariwisata nanti dibuka. Baik penerapan protokol kesehatan di bidang transportasinya, hotel, restoran, dan juga lokasi wisata.

“Sebagai perbandingan saya minta lihat benchmark di negara lain yang sudah juga saya melihat menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata,” tambah Jokowi.

Presiden juga meminta agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata Indonesia di era normal baru.

"Saya kira kita perlu fokus terlebih dulu untuk pariwisata domestik, wisatawan domestik, dan untuk itu saya minta diidentifikasi daerah-daerah wisata, daerah tujuan destinasi wisata yang memiliki R0 di bawah satu, Rt di bawah satu," ungkap Presiden.

Daerah-daerah yang memiliki Reproduction Rate (R0) di bawah 1 adalah daerah-daerah yang sudah dibolehkan membuka wilayahnya dengan protokol normal baru.

"Sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata tapi sekali lagi dengan pengendalian protokol yang ketat. Saya minta Menteri Pariwisata menyiapkan program promosi dalam negeri yang aman Covid-19, termasuk menggencarkan promosi produk-produk lokal dan atraksi pariwisatanya," kata Presiden Jokowi.

Namun Presiden pun menegaskan agar kondisi di lapangan benar-benar dipantau dengan ketat sebelum membuka lokasi wisata sehingga wisatawan baik domestik maupun luar dapat berwisata dengan aman dan masyarakat bisa produktif utamanya bagi pelaku-pelaku pariwisata.

"Mengenai waktunya kapan ini tolong betul-betul, tidak usah tergesa-gesa, tapi tahapan-tahapan yang saya sampaikan dilalui dan dikontrol dengan baik," kata Presiden Jokowi.

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit