logo batamtoday
Selasa, 21 Mei 2019
Banner-PKP


Mengaku Diserang Black Campaign, Nyangnyang Tak Lapor Bawaslu atau Polisi
Rabu, 17-04-2019 | 08:16 WIB | Penulis: Putra Gema
 
Nyangnyang Haris Pratamura, anggota DPRD Batam periode 2014-2019. (Foto: Putra Gema)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Nyangnyang Haris Pratamura, Caleg DPRD Kepri dari Partai Gerinda mengaku video money politik berdurasi 3,45 menit, yang mengatasnamankan dirinya merupakan balck campaign, untuk menjatuhkan nama baiknya di Pemilu 2019 ini.

Kendati diakuinya video itu merupakan fitnah dan rekayasa, namun Nyangnyang tak juga melaporkannya ke pihak Bawaslu maupun Polisi atas tuduhan fitnah maupun hoaks.

"Saya perihatin dengan adanya video yang telah tersebar sejak kemarin, video tersebut jelas disengaja untuk menjatuhkan saya," kata Nyangnyang saat ditemui di kawasan Batam Centre, Selasa (16/4/2019).

Dikatakan Nyangnyang, pihaknya lebih memilih mencari tahu siapa dalang di balik video yang beredar itu. Pun, katanya, jika ditemukan pembuat video dan penyebar akan dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

"Sebenarnya saya ingin mencari dulu sendiri karena saya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, saya bangga dengan Bawaslu yang merespon cepat permasalahan ini, walaupun saya sampai saat ini belum memasukan laporan, namun mereka sudah menindak lanjuti kasus ini," sambungnya.

Nyangnyang mengatakan, terkait video tersebut dirinya sangat dirugikan, bukan hanya dirinya, bahkan Partai Gerindra tempat Nyangnyang bernaung juga merasa dirugikan. Maka dari itu, sampai saat ini dirinya masih mencari sumber video teraebut sendiri.

"Saya sedang mencari titik siapa yang menyebarkan video tersebut dan apabila sudah didapatkan, saya lanjutkan ke pihak Bawaslu," ungkapnya.

Ketika ditanyai apakah dirinya mengetahui siapa pelaku pembuat video tersebut, Nyangnyang mengaku sudah mendapatkan siapa pelaku di balik pembuat video tersebut. Namun dirinya tidak ingin terburu-buru dan masih mencari tau kebenarannya.

"Kami tidak seuzon, tetapi mungkin ada yang tidak senang dengan saya. Mohon maaf apabila saya ada kesalahan, tetapi itu jelas merugikan saya," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, dari informasi yang dirinya dapatkan, Bawaslu juga sudah mendatangi rumah pelaku utama di dalam video berdurasi 3,45 menit tersebut dan mendapatkan bahwa pelaku sudah tidak berada di rumahnya.

"Di situ kita libat bahwa hal tersebut rekayasa, intinya saya mendukung penuh kinerja Bawaslu, saya akan koorporatif apabila Bawaslu memerlukan tanggapan dari saya," ujarnya.

Nyangnyang kembali menegaskan, menolak keras terkait program politik uang di dalam pelaksanaan Pemilu 2019. "Saya harap kita semua bisa bijak, jangan rusak pesta demokrasi ini dengan money politik," tutupnya.

Sebelumnya, tersebar secara luas di media sosial tentang video yang mengandung politik uang. Dalam video tersebut, terlihat dua orang wanita sedang mengobrol di ruang tamu, di mana dalam obrolan tersebut salah seorang wanita yang disebut bunda meminta agar tamunya tidak melupakan memilih Caleg Nyangnyang Haris Pratamura, dan juga Caleg Batam I nomor urut 5, Ahmad Surya.

Untuk satu paket harga suara masyarakat, Bunda terlihat menghargai dengan Rp 200 ribu dengan ketentuan warga yang hanya memiliki surat undangan memilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit