logo batamtoday
Minggu, 05 Februari 2023
Pasang Iklan


Disorot Lintas Instansi, Harga Tiket Kapal Feri Batam-Singapura PP Masih Rp 700 Ribu
Kamis, 23-06-2022 | 13:24 WIB | Penulis: Aldy
 
Loket penjualan tiket feri Batam-Singapura di Pelabuhan Batam Center. (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Kenaikan harga tiket kapal feri Batam-Singapura yang cukup tinggi disorot lintas instansi, mulai dari DPRD Batam, DPRD Kepri dan Kadin Batam. Kendati demikian, harga tiket kapal feri itu masih tetap tinggi, yakni Rp 700 ribu untuk pulang pergi.

Kenaikan harga tiket yang dianggap dilakukan sepihak oleh agen kapal, memang cukup drastis. Pasalnya, harga sebelum pandemi Rp 350-500 ribu, tergantung asal pelabuhan dan nama kapal yang ditumpangi.

Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai, mengatakan alasan para agen kapal menaikkan harga tiket lantaran jumlah penumpang belum normal. "Mereka masih mengandalkan akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, sementara biaya operasional kapal, dengan sedikit atau banyak penumpang itu biayanya hampir sama," ungkap Lik Khai pada Jumat (3/6/2022) lalu.

Kemudian Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mengatakan pihaknya akan memanggil para agen kapal untuk membahas kenaikan tiket tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP). Di mana, politisi PKS ini menginginkan yang hadir RDP adalah onner, bukan perwakilan.

"Kalau nanti undangan RDP tak direspon, kami (Komisi II DPRD Kepri) akan mendorong BUMD untuk menggantikan agen penyedia kapal (operator) yang saat ini dikuasi oleh orang-orang Singapura," ungkap Wahyu Wahyudin, saat sidak di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Jumat (17/6/2022).

Pada Rabu (22/6/2022), Kadin Batam memanggil sejumlah agen tiket kapal feri internasional dalam forum diskusi di Kantor Kadin Batam. Saat pertemuan itu, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mempertanyakan ke para agen kapal, apa yang menjadi penyebab utama kenaikan harga tiket kapal feri internasional tersebut.

"Mereka beralasan dengan harga bahan bakar, karna minyak untuk kebutuhan kapal tersebut dibeli di Singapura," ujar Jadi Rajagukguk.

Semestinya, kata Jadi, hal ini bisa disiasati. Untuk menekan biaya operasional terutama dari segi bahan bakar, Jadi menyarankan untuk pembelian minyak dilakukan di Batam.

"Saya tanya mereka, beli minyaknya di mana? Mereka bilang di Singapura, kenapa tidak disiasati beli di sini, kan bisa lebih murah, kalau kapalnya lagi masuk ke Batam, kan bisa beli di Batam," kata Jadi.

Kembali ke masalah tarif harga tiket, sambung Jadi, Kadin Batam meminta pemerintah hadir dalam permasalahan ini, mendorong ada regulasi dalam penetapan tarif atas maupun tarif bawah. "Tarif inikan masih diatur sendiri-sendiri, bahkan terkesan ada persaingan antar agen. Ini baru empat agen, empat aja sudah tak bisa mengatur," kata Jadi Rajagukguk.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit