logo batamtoday
Senin, 12 April 2021
PKP


Bupati Bintan Diminta Realisasikan MoU Penyerapan Naker Lokal di Perusahaan
Selasa, 16-02-2021 | 17:53 WIB | Penulis: Harjo
 
Tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi. (Dok Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Memorandum of Understanding (MoU) Pemkab Bintan dengan perusahaan di daerah itu untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja (Naker) lokal, kembali diungkit masyarakat lantaran dinilai belum terealisasi sesuai fakta di lapangan.

Bahkan, masyarakat mengingatkan Bupati Bintan, Apri Sujadi supaya MoU yang sudah diteken tersebut tak sebatas sebagai alat kampanye, untuk mendapatkan suara saat Pilkada Bintan 9 Desember 2020 lalu.

PKP

"MoU yang dibuat antara Kepala Daerah dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bintan, dalam mengakomodir pekerja lokal, jelas harapan baru bagi pencari kerja di daerah ini. Hendaknya tidak hanya sebatas sebuah pencitraan belaka, untuk meningkatkan jumlah dukungan saat Pilkada," kata Andi Masdar Paranrengi, tokoh masyarakat Bintan, kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (16/2/2021).

Andi Masdar menjelaskan, guna mengakomodir tenaga kerja lokal, dibutuhkan juga persiapan atau penyiapan sumber dana manusianya. "Artinya hal tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah, baik melalui balai latihan kerja dan peran Dinas Tenaga Kerja serta komitmen dari pihak perusahaan dalam mengakomodir pekerja lokal," katanya.

Dikatakan Andi, jangan sampai MoU hanya sekedar life service belaka, harapan dari kesepahaman berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di lapangan. "Saat ini pencari kerja lokal masih merasa sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu perusahaan di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, malah merekrut karyawan dari luar daerah, sementara calon pekerja lokal tak terserap.

"Kita berharap kepada Pemkab Bintan, tidak hanya sebatas MoU dengan perusahaan, tetapi dalam realisasinya di lapangan. Harus dilakukan juga kroscek, sehingga MoU tidak hanya dianggap sebatas angin segar bagi masyarakat," tegasnya.

Sebaliknya dari sisi pimpinan perusahaan di Bintan, dengan berbagai dalih, juga terkesan mengesampingkan ada MoU, hingga pekerja lokal tidak terakomodir dengan baik. Dalam pelaksanaannya, kontrol dari pemerinrah sangat dibutuhkan, sebaliknya pengusaha juga harus memberdayakan potensi SDM yang ada di sekitarnya.

"Apalah artinya, kalau adanya investasi masuk, tetapi masyarakat yang ada di sekitarnya hanya bisa menonton dan hanya menerima limbahnya. Jelas ini tidak adil," tandasnya.

Editor: Gokli

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit