logo batamtoday
Senin, 26 Agustus 2019
Banner-PKP


Pemerintah Kampanyekan Peduli Lingkungan Gerakan Indonesia Bersih
Minggu, 28-04-2019 | 11:06 WIB | Penulis: Redaksi
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar acara Gerakan Indonesia Bersih (GIB)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar acara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di area Hari Bebas Kendaraan (Car-Free Day/CFD), Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (28/4/2019). Acara tersebut merupakan kegiatan bersih-bersih dan mengampanyekan peduli lingkungan sebagai identitas nasional.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, GIB merupakan gerakan bersama sebagai tanggung jawab agar menjaga Indonesia lebih bersih lagi. Menurutnya, program pengelolaan sampah menjadi program pemerintah yang sangat penting yang harus dilakukan secara terpadu oleh semua pihak.

"Selain itu, pengelolaan sampah juga harus memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan. Dan yang paling penting, harus dapat mengubah perilaku masyarakat akan lingkungan," kata Luhut, di CFD Bunderan HI, Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Luhut menuturkan, upaya pengelolaan sampah dapat menambah nilai ekonomi apabila dilakukan secara baik. Dia mencontohkan, aspal plastik yang terus diupayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan salah satu hal yang sedang digenjot pemerintah.

Dia menjelaskan, sebagai negara dengan kepulauan terbesar, Indonesia memiliki banyak sumber daya kelautan dan perikanan termasuk potensi wisata yang sudah menjadi tujuan wisata dunia.

Di sisi lain, Indonesia justru berhadapan dengan masalah sampah plastik yang sudah mencemari laut dan berdampak merusak pada ekosistem.

Luhut mencontohkan, apabila sampah plastik masuk ke laut dan dimakan ikan, maka ekosistem akan terpapar. Dan apabila ikan-ikan yang terpapar mikro plastik tersebut dikonsumsi manusia, maka akan menimbulkan dampak negatif kepada kesehatan berupa kanker dan potensi melahirkan generasi stunting.

Saat ini, GIB sudah ada di 12 daerah. Untuk itu dia berharap, upaya menggerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dioptimalisasikan secara maksimal. Luhut juga mengajak kepada seluruh elemen untuk menyadari dampak penggunaan plastik yang dipakai sehari-hari.

"Maka kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat secara konsisten, GIB ini akan kita upayakan terus meluas," kata dia.

Sampah plastik
Pada kesempatan itu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, tujuan meluncurkan Gerakan Indonesia Bersih, salah satunya adalah mengurangi dampak buruk sampah plastik.

"tanggung jawab kita semua untuk menjaga Indonesia bersih. Apalagi program pengelolaan sampah menjadi program pemerintah yang sangat penting yang harus dilakukan oleh semua pihak," katanya.

Selain itu, ia menekankan bahaya mikroplastik apabila tertelan ibu hamil dan berpotensi melahirkan anak yang stunting. "Masalah plastik ini kalau tidak dipecahkan akan meruak generasi bangsa, sampah plastik di laut itu bisa terurai menjadi mikroplastik dan kalau tertelan ikan, ikan dimakan oleh kita, terutama ibu melahirkan anaknya bisa stunting atau kerdil," katanya.

Di Jakarta , Luhut menyebutkan, terdapat sedikitnya 8.000 ton sampah per hari. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat mengurangi penggunaan plastik, terutama yang sekali pakai (single use). Warga disarankan membawa tempat makanan atau minuman sendiri ke manapun.

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit