logo batamtoday
Kamis, 16 Agustus 2018
Cluster-Botania-Garden


Program Berobat Gratis Pemkab Bintan Dinilai Belum Maksimal dan Membingungkan
Selasa, 13-02-2018 | 16:14 WIB | Penulis: Harjo
 
Ranti, Humas RSUD Tanjunguban. (Foto: Harjo)  

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Program berobat gratis 'Bintan Sehat Bintan Gemilang' bagi masyarakat yang bukan peserta BPJS dinilai belum maksimal dan justru membingungkan. Pasalnya, rumah sakit hanya melayani pasien di UGD dan rawat inap, sementara pelayanan kesehatan penunjang lainnya, tidak menjadi bagian dari program tersebut.

Direktur RSUD Tanjunguban, dr Kurniakin melalui humasnya Ranti mengatakan program tersebut justru banyak kelemahannya dan sering menimbulkan miskomunikasi antara masyarakat dan pasien.

"Artinya antara pemahaman keluarga pasien atau masyarakat dan program sesuai dengan Mou antara RS dan Pemkab Bintan. Menjadi muncul masalah baru, terkesan pihak RS yang tidak maksimal melakukan pelayanan. Sementara sesuai program tersebut dibatasi dengan kesepakatan itu sendiri, artinya bukan berarti selama ini pasien menjadi diabaikan, tetapi sangat diharapkan agar adanya peningkatan program, yang bisa lebih membantu pasien," ujar Ranti kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, dengan terbatasnya program atau tanpa ada fasilitas penunjang, salah satunya saat pasien membutuhkan darah atau ke layanan poli akan muncul permasalahan baru. Antara kebutuhan pelayanan dan program yang tidak ada fasilitasnya.

"Terkiat hal ini memang selalu dijalankan, namun setelah itu harus berkoordinasi lagi dengan instansi terkait. Kalau bisa lebih dipermudah dan otomatis langsung bisa berjalan, tentunya sangat membantu pasien dalam mendapatkan pelayanan. Sebaliknya secara administrasi antara RS dan Pemkab langsung berjalan tanpa ada hambatan dengan berbagai persyaratan," katanya.

Ia menambahkan, dari sisi pasien dengan adanya program berobat gratis sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki BPJS. Karena kalau hanya untuk layanan UGD dan rawat inap tanpa fasilitas penunjang lainnya, justru terkesan tidak lebih seperti wisma transit.

Karena selain dua program tersebut, pasien dan keluarganya masih dibebankan biaya lagi apabila membutuhkan fasilitas pelayanan penunjang lainnya. Sementara pasien sendiri yang memanfaatkan program tersebut jelas karena belum memiliki BPJS kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua Federasi Konstruksi Umum dan Informal (FKUI) SBSI Bintan, Hendro Suseno, menilai agar tidak terjadi miskomunikasi antara pasien dan bagian pelayanan di RS. Jelas dibutuhkan pemahaman terkait program tersebut dengan artian harus benar-benar diketahui masyarakat melalui sosialisasi atau programnya yang lebih dimaksimalkan.

Hal tersebut, menurutnya untuk lebih meningkatkan program dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bintan yang konon cukup memiliki KTP atau Kartu Keluarga. Karena tidak semua warga Bintan, mengetahui fasilitas yang ada pada program tersebut.

"Karena di mata masyarakat, jelas berobat gratis cukup membawa KTP. Tanpa melihat apa saja yang gratis, apalagi kalau hal tersebut memang benar-benar dialami oleh pasien dari keluarga yang ekonominya menengah ke bawah. Kesan program tersebut, tidak lebih dari wisma transit jelas harus dirubah, sehingga antara pasien yang membutuhkan pelayanan dan pihak RS yang menjalankan bisa berjalan seiring merasakan manfaatnya," harapnya.

Editor: Yudha

PKP
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit