logo batamtoday
Selasa, 02 Juni 2026
PKP BATAM


Catatan Koresponden BATAMTODAY.COM di Swiss
Menerobos Jalur Terlarang Tebing Swiss Alpen
Senin, 11-05-2020 | 19:04 WIB | Penulis: Krisna Diantha
 
Pemandangan Hammetschwand Lift, lift tertinggi di Eropa, yakni 153 meter. (Foto: Krisna Diantha)  

INDONESIA mempunyai bulutangkis, Swiss memiliki Hiking. Meskipun tennis, ski atau hoki es menjadikan Swiss terkenal seantero jagad raya, namun olah raga yang paling merakyat ya ini : hiking. Bagaimana tantangan koresponden BATAMTODAY.COM di Swiss, Krisna Diantha menerobos jalur terlarang tebing Swiss Alpen? Berikut catatannya.

Bentang alamnya yang dua pertiga dikuasai pegunungan Alpen, membuat Swiss menyediahkan sarana alam yang sangat kaya untuk hiking.

Tua, muda, hingga anak anak, terbiasa jalan jalan seantero Swiss. Ada yang sulit, menengah, atau yang easy peasy. Kali ini saya memilih yang easy peasy, namun penuh resiko. Jalurnya memang berada di pinggir tebing, tapi tertata rapi, juga ada pagar besi. Cuma, itu tadi, resiko lainnya menanti.

Siapa yang berani, setidaknya untuk saat ini, harus siap siap bangkrut. Denda 2000 USD, sekitar Rp 30 jutaan, siap menanti. Semua karena wabah Corona. Siapa yang nekat memasuki jalur itu, artinya tidak mengindahkan perintah pemerintah konfederasi Swiss, alias tidak menjaga social distancing.

BACA: Pendakian di Puncak Sirip Hiu di Pegunungan Swiss Alpen

Jalurnya bernama Felsenweg, jalan tebing. Hanya setengah jam, akan sampai tujuan, yakni Hammetschwand lift. Saya thimik-thimik (tertatik-tatih) menuju jalur ini, seteah melewati Buergenstock, hotel sangat mewah di daerah ini.

Hotel ini langganan The Have, The Rich and The Powerfull. Dari Henry Kissinger, Jawarharlal Nehru, Indira Gandi, Golda Meir, hingga Audrey Hepburn, Sphia Lorenzm hingga Charlie Caplin.

Setelah memasuki koridor penuh tokoh barang mewah, sampailah saya ke pintu gerbang Felsenweg. Tutup tentu saja. Pagar besi setinggi 2,5 meter itu digembok rapat.

Toleh kanan, toleh kiri, tak ada orang. Sepi mamring. Hanya bunyi kicau burung dan desir dedauanan yang beregesekan tertiup angin. Hup, saya memanjatnya. Alon alon, namun deg degan. Memang tidak ada orang, namun siapa tahu ada cctv.

Setelah melewati pagar besi itu, saya agak bergegas menyusuri jalur ini. Tak sampai 100 meter, di balik sebuah tikungan, tubuh saya tidak akan terlihat lagi.

Felsenweg dibangun secara sengaja, jadi bukan jalan alami. Tebing ini dulu dipaku, dibor atau digergaji, agar kaki kaki para The Have tadi, juga bisa melewati jalur ini. Setelah sarapan pagi, atau makan siang, mereka bisa jalan thimik thimik menuju Hammetschwand Lift.

Bagaimana sulitnya membangun jalan ini, rumit dibayangkan. Salah langkah, ya jatuh bergulingan 500 meteran, dan tentu saja modar. Perlu lima tahun untuk menyelesaikan jalur tebing ini.

Sekarang sih, ya aman aman saja. Cukuplah berpapasan untuk dua sampai tiga orang. Kalaupun oleng, ada pagar besi yang siap menyanggah.

Itu juga sebabnya, karena corona, ditutuplah oleh pemerintah. Agar wabah tidak makin mewabah.

Menjelang tiba di pintu Hammetschwand Lift, saya berpapasan dengan seorang wanita muda. Dia terkesiap, saya juga. Namun kami akhirnya saling tersenyum.

"Ya, kita berdua berani ambil resiko. Tapi saya yakin kamu tahu pintu masuk yang lebih aman," kataku.

Dia menunjukkan sebuah pintu rahasia yang tidak harus meloncat pagar. "Dan orang tidak akan lihat," katanya.

Hammetschwand Lift bukan sembarang lift. Ia menjadi lift outdoor, dengan dinding kaca, yang bisa melihat pemandangan indah danau Lucerne. Tingginya 153 meter, menempel di tebing ini. Dua tahun pembangunan lift ini rampung, dan tentu saja beberapa kali diperbaiki, hingga sampai sekarang ini.

Saya pulang mengikuti arahan teman sepenyelundupan tadi. Memang tidak harus memanjat pagar lagi. Cukup melipir di samping pagar besi yang lain. Lalu sampailah jalan umum para pendaki.

Dan bertemulah saya dengan puluhan pendaki lainnya, dengan tujuan utama Hammetschwand, sebuah bukit, dimana lift yang dari bawah tadi berhenti. Lokasi ini berketinggian 1114 meter.

Bagaimana lengkapnya perjalanan ini, tonton video di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=wvPsBSNzzYo&feature=youtu.be

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit