logo batamtoday
Rabu, 10 Juni 2026
PKP BATAM


Dinas Pendidikan Kepri Bentuk Posko SPMB 2026, Permudah Pendaftaran dan Percepat Penyelesaian Masalah
Selasa, 09-06-2026 | 16:08 WIB | Penulis: Aldy
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung. (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung, menegaskan bahwa pembentukan posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dilakukan untuk mempercepat penanganan kendala pendaftaran serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Andi Agung menyampaikan, masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran daring dapat langsung mendatangi sekolah terdekat untuk mendapatkan bantuan teknis dari petugas. Mekanisme tersebut disiapkan agar seluruh calon peserta didik tetap dapat terlayani meskipun menghadapi kendala akses digital.

"Posko ini dibentuk agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan. Jika ada kesulitan mendaftar online, sekolah akan membantu secara langsung," ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Posko Gabungan SMA dan SMK

Dinas Pendidikan Kepri juga membentuk sejumlah posko layanan pendidikan, termasuk posko pendidikan dan posko gabungan SMA/SMK. Pada tahun sebelumnya, terdapat lima posko yang tersebar di beberapa wilayah dengan sistem layanan terpadu.

Salah satu contohnya adalah posko wilayah Sekupang yang ditempatkan di SMK Negeri 4 Batam. Posko tersebut menggabungkan layanan SMA dan SMK dalam satu lokasi untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan bantuan.

Andi menjelaskan, penggabungan layanan dilakukan agar masyarakat tidak perlu berpindah tempat untuk mengurus kendala berbeda antara SMA dan SMK. Seluruh layanan disatukan dalam satu sistem terpadu. "Dengan sistem ini, masyarakat cukup datang ke satu posko untuk semua kebutuhan layanan pendidikan," katanya.

Pemantauan Digital dan Efisiensi Layanan

Selain layanan langsung, posko SPMB juga dilengkapi sistem pemantauan digital. Media, Ombudsman, maupun pihak terkait dapat memantau proses pendaftaran tanpa harus mendatangi setiap sekolah.

Seluruh satuan pendidikan telah terhubung secara daring dan menggunakan sistem komunikasi berbasis video konferensi. Hal ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara real time melalui layar monitor yang tersedia di posko.

Model layanan tersebut, kata Andi, telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan, terutama saat kunjungan Wakil Menteri ke Kota Batam beberapa waktu lalu.

Tak Ada Lagi Sekolah Favorit

Dinas Pendidikan Kepri juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi berfokus pada istilah sekolah favorit. Menurut Andi, seluruh sekolah telah memiliki standar layanan yang sama dan penerimaan siswa dilakukan berdasarkan jalur yang telah ditetapkan.

"Tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah memiliki kualitas layanan yang sama sesuai ketentuan jalur prestasi, afirmasi, dan domisili," tegasnya.

Penambahan Rombel dan Rencana USB

Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga melakukan penambahan ruang kelas baru di sejumlah sekolah tingkat SMA, di antaranya SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 2 Batam, SMA Negeri 23 Batam, SMA Negeri 25 Batam, SMA Negeri 26 Batam, dan SMA Negeri 28 Batam.

Selain itu, terdapat rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Kepulauan Riau. Namun, untuk wilayah Batam, realisasi pembangunan masih menunggu kepastian kerja sama dan keputusan pemerintah pusat, khususnya untuk lokasi Tanjung Banon di wilayah Galang.

Saat ini, beberapa daerah seperti Natuna, Lingga, dan Tanjungpinang telah memasuki tahap kerja sama pembangunan USB, sementara daerah lain masih dalam proses lanjutan.

Optimalisasi Guru Jadi Tantangan

Dinas Pendidikan Kepri juga menyoroti tantangan ketersediaan tenaga pendidik seiring penambahan ruang kelas dan pengembangan sekolah baru. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan redistribusi guru dari sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pengajar ke sekolah yang masih kekurangan.

Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan penambahan formasi guru melalui mekanisme rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) kepada pemerintah pusat. "Dengan langkah optimalisasi dan penambahan formasi, kami berharap pemerataan pendidikan dapat terus membaik," ujar Andi.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kepri serta meminimalkan permasalahan pada tahun 2026.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit