logo batamtoday
Senin, 13 April 2026
PKP BATAM


Dorong Konsumsi Domestik, Pemerintah Targetkan Program BINA Lebaran 2026 Capai Rp 53 Triliun
Senin, 09-03-2026 | 10:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menko Airlangga Hartarto, saat membuka Program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai stimulus ekonomi dan program belanja nasional, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta mampu mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah menargetkan nilai transaksi dalam Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mencapai Rp 53 triliun. "Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp 53 triliun. Dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap program ini dapat terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ujar Airlangga saat membuka program tersebut di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Airlangga, program BINA merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama pelaku usaha untuk memperkuat pasar domestik sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai promosi dan program belanja selama Ramadan hingga Idulfitri diharapkan mampu meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.

Program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai promo dan potongan harga bagi konsumen.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Salah satunya berupa bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp 11,92 triliun.

Selain itu, pemerintah memberikan diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran. Kebijakan tersebut diperkuat dengan penerapan sistem work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan insentif perjalanan sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Momentum konsumsi juga diperkuat melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Sementara itu, perusahaan transportasi daring turut menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi dengan nilai total sekitar Rp 220 miliar.

Airlangga menilai berbagai kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada awal tahun. "Tentu kami berharap momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini harus kita dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu," kata Airlangga.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen. Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel.

Di sisi lain, Airlangga juga menegaskan pentingnya menjaga dan melindungi produksi dalam negeri di tengah persaingan pasar global. "Produksi dalam negeri juga harus dilindungi, karena semua negara mencari pasar yang besar. Indonesia dengan 287 juta penduduk merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN," ujarnya.

Acara pembukaan program tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Direktur The Foodhall Indonesia Lenny Tjandra.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit