logo batamtoday
Selasa, 28 Juni 2022
Pasang Iklan


Tolak Eksploitasi Blok Wabu, PRIMA Intan Jaya Apresiasi Gubernur dan Tim Advokasi Tivamaiva
Rabu, 30-03-2022 | 09:52 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ketua DPK PRIMA Intan Jaya, Melianus Duwitau. (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Papua - Masyarakat Intan Jaya, Papua, dengan tegas menyatakan penolakan eksploitasi wilayah pegunungan Blok Wabu yang disebut memiliki kandungan emas yang sangat besar.

Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) melalui Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) setempat, ikut mengapresiasi perjuangan rakyat Intan Jaya dalam upaya penolakan eksplorasi Blok Wabu.

Ketua DPK PRIMA Intan Jaya, Melianus Duwitau, juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah mengeluarkan rekomendasi kepada Menteri ESDM untuk menghentikan sementara tambang tersebut.

"Sebagai Ketua PRIMA Kabupaten Intan Jaya, dan juga sebagai anak adat Intan Jaya, tentu kita mengapresiasi Bapak Gubernur atas respon baik terhadap aspirasi yang masuk ke DPR Papua atas tuntutan masyarakat Papua, lebih khusus masyarakat Intan Jaya, atas penolakan eksploitasi Blok B Wabu di Intan Jaya Papua," ungkap Melianus Duwitau melalui rilisnya yang diterima BATAMTODAY.COM, Rabu (30/3/2022).

Lebih lanjut Ketua PRIMA Intan Jaya --yang biasa disapa Bung Meli, pihaknya juga mendukung Tim Advokasi Masyarakat Adat Intan Jaya (Tivamaiva) yang telah merespon baik tuntutan masyarakat yang menolak eksploitasi Blok Wabu.

Ditambahkan, respon positif berbagai pihak terhadap penolakan yang disampaikan masyarakat Intan Jaya merupakan sikap yang patut dipuji.

"Saya harap kepada pemerintah pusat dan investor agar menghargai aspirasi masyarakat Intan Jaya Papua dan investasi jangan dipaksakan, agar tidak menambah konflik di Intan Jaya," pungkas Melianus Duwitau yang juga aktivis hak-hak sipil Papua tersebut.

Diakhir rilisnya, Meli menyatakan alasan penolakan tambang investasi blok Wabu tak lain karena investasi tersebut sarat dengan kepentingan oligarki yang cenderung mengutamakan eksploitasi sumber daya alam (SDA) dan bertentangan dengan cita-cita Rakyat Adil Makmur sebagaimana amanat Pancasila.

Editor: Yudha

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit