logo batamtoday
Minggu, 05 Desember 2021
PKP


DPR Minta Pemerintah Perkuat LADI agar Sanksi WADA Segera Dicabut
Jum\'at, 22-10-2021 | 08:20 WIB | Penulis: Irawan
 
Mantan juara dunia bulutangkis, Lilik Sudarwati dan eks-Ketua LADI Dr. Zaini Khadafi dalam Dialektika Demokrasi dengan tema 'Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa?' di Media Center DPR/MPR, Senayan, Jakarta  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menegaskan pemerintah wajib segera memperkuat keberadaan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) saat ini juga.

Ia menekankan, anti-doping menjadi konsen serius bagi Komisi X DPR RI sesuai amanat Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) pasal 85 tentang doping.

Huda mengungkapkan hal ini saat menjadi narasumber dalam Dialektika Demokrasi dengan tema 'Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa?' di Media Center, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Huda mengungkapkan, dalam pasal 85 UU SKN tentang Doping, khususnya ayat 3 secara tegas bahwa pengawasan doping dilakukan pemerintah.

"Anti doping menjadi concern Komisi X DPR RI. Semestinya, pada saat Indonesia bisa lolos dari sanksi jika LADI serius mengirimkan sampel pengiriman doping dalam tenggat waktu 21 hari seperti yang diminta oleh Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) untuk pengiriman sampel doping. Sehingga, seharusnya Indonesia dalam Piala Thomas Cup dapat mengibarkan bendera Merah Putih," ujar Huda.

Namun demikian, Politisi Fraksi PKB itu tetap mengapresiasi langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang langsung membentuk tim akselerasi dan investigasi terkait mempercepat penanganan sanksi WADA terhadap LADI tersebut.

"Saya mengharapkan, dalam investigasi tersebut menghasilkan progress untuk Indonesia dapat segera keluar dari sanksi atau banned WADA ini," pungkas Huda.

Sementara itu, mantan atlet buluangkis juara dunia, Lilik Sudarwati menyayangkan insiden bendera Merah Putih tak bisa berkibar saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas atau Thomas Cup 2020 (2021) pada Minggu (17/10/2021) lalu.

"ni sesuatu kejadian yang miris. Saya merasakan bahwa Atlet itu pekerja keras. Setiap hari kami latihan di lapangan. Jika melihat insiden ini tentu prihatin. Padahal itu event besar hal yang kami cari yaitu berkibar merah putih," ungkap Lilik.

Diketahui, Indonesia menjadi juara Thomas Cup setelah mengalahkan China 3-0, namun di podium Hendra Setiawan dan kawan-kawan tidak bisa melihat bendera merah putih berkibar.

Pada 7 Oktober 2021, WADA menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak patuh dalam menerapkan program uji doping.

"Saya kira masalah doping cukup merepotkan ya. Pelaku olahraga kita sekarang rata-rata belum memahami. Untuk itu perlu sosialisasi terhadap atlet di seluruh cabang olahraga kita," imbuh perempuan kelahiran Gresik 24 Desember 1970 ini.

Lantaran tak mematuhi program tersebut, muncul tiga sanksi dari WADA. Selain pelarangan pengibaran bendera di berbagai ajang olahraga selain Olimpiade, Indonesia juga disebut tidak memenuhi syarat menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia.

Satu sanksi lainnya adalah perwakilan Indonesia tidak memenuhi syarat menempati posisi anggota dewan di dalam sebuah komite olahraga.

Mesti begitu, Lilik yang pernah berhasil menyabet gelar Juara Dunia Ganda Putri bersama Susy Susanti pada 1986 itu bilang momentum larangan kibarkan merah putih tersebut merupakan pembelajaran bagi semua stakeholder olehraga di tanah air.

"Saya kira masalah doping cukup merepotkan. Pelaku olahraga rata-rata kita sekarang belum memahami. Untuk itu perlu sosialisasi terhadap atlet di seluruh cabang olahraga kita. Apa yang terjadi hari ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama," pungkas Lilik Sudarwati.

Turut hadir secara virtual sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian serta hadir secara fisik eks-Ketua LADI Dr. Zaini Khadafi.

Editor: Surya

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit