logo batamtoday
Rabu, 23 Juni 2021
PKP


Pengaspalan Jalan Lingkar Wacopek Tak Kunjung Tuntas, Pelabuhan Berakit Bak Pajangan
Rabu, 05-05-2021 | 18:20 WIB | Penulis: Syajarul Rusydy
 
Kondisi Jalan Lingkar Wacopek Bintan, belum sepenuhnya dibalut aspal. (Foto: Syajarul Rusydy)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Jalan Lingkar Wacopek di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan sejak dibangun pada masa Ansar Ahmad menjadi Bupati, hingga kini belum rampung. Masih ada sekitar 30 persen yang belum dibalut aspal.

Saat ini, Ansar Ahmad sudah menjadi Gubernur Kepri setelah sempat menjadi anggota DPR RI. Masyarakat pun berharap agar pengaspalan jalan itu diselesaikan.

PKP

Tokoh pemuda Bintan Timur, Joko Aqnur mengaku heran pengerjaan Jalan Lingkar Wacokep seperti sengaja dibuat tanggung. Sebab, pengaspalan jalan itu baru 70 persen, sisanya masih tanah bauksit.

"Ntah seperti apa perencanaan pemerintah waktu bangun Jalan Lingkar Wacopek. Sengaja dibuat tanggung atau gimana, kita gak tahu," kata dia, Rabu (5/5/2021).

Joko mengatakan, seingat dia, pembangunan Jalan Wacopek dilakukan pada saat Ansar Ahmad menjadi Bupati. Setelah itu, pengerjaan tak berlanjut sampai sekarang.

"Sekarang beliua sudah jadi Gubernur Kepri, kita harap Jalan Lingkar Wacopek ini, bisa selesai diaspal sepenuhnya," harapnya.

Dikatakan Joko, pemerintah dalam merancang pembangunan harusnya dilakukan secara tuntas, baru melakukan pekerjaan lainnya. "Tak elok lah lihatnya seperti ini, proyek ini (Jalan Lingkar Wacopek) masih belum rampung, tetapi dah ada proyek lainnya," katanya.

Sebagai masyarakat sekitar Jalan Wacopek, Joko mengaku sangat mendukung adanya pembangunan, khususnya di Kabupaten Bintan. Namun, lagi-lagi dia meminta agar proyek pembangunan pemerintah dikerjakan sampai tuntas.

"Kita sejatinya sangat mendukung, terlebih pembangunan itu dapat bermanfaat untuk orang banyak, apalagi mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," ujar Joko.

Di Bintan tidak hanya jalan Lingkar Wacopek yang tidak selesai dibaluti aspal, ada pula peroyek yang sudah menelan anggaran banyak kini hanya menjadi pajangan.

Sadiq, Tokoh pemuda Bintan lainnya, gedung yang kini menjadi pajangan, dan sampai kini tak tau fungsinya adalah Pelabuhan Berakit. "Kalau kita lihat sekilas, Pelabuhan Berakit ini menelan anggaran puluhan miliar, tetapi sampai kini tak juga berfunsi," kata Sadiq.

Memang Pelabuhan Internasional Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, sejak dibangun awal tahun 2010 lalu, hingga kini hanya teronggok di sudut Desa Berakit. Uang miliaran Rupiah bahkan triliunan pun sudah habis untuk bangunan itu.

Manfaatnya hingga kini pun tak dirasakan oleh masyarakat, tak seperti yang digadang-gadangkan saat jelang pembangunan. Tidak ada peningkatan ekonomi dari pembangunan pelabuhan tersebut, karena fungsinya kini bak pajangan, yang meramaikan sudut Desa Berkit.

"Gak ada meningkatkan ekonomi masyarakat, dari kemarin hanya tronggok saja di sudut Desa Berakit," timpal Sadiq.

Editor: Gokli

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit