logo batamtoday
Sabtu, 21 Februari 2026
PKP BATAM


Menhub Dudy Nilai Kebijakan FWA Bantu Urai Kepadatan Angkutan Lebaran 2026
Kamis, 19-02-2026 | 10:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. (Kemenhub)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) dapat mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026. Kebijakan tersebut dinilai mampu mengurai kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada waktu tertentu.

"Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara optimal," ujar Dudy di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Pemerintah menetapkan FWA bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, persepsi masyarakat menunjukkan kebijakan tersebut cukup efektif menekan potensi lonjakan pergerakan pada puncak arus mudik, khususnya H-5 dan H-3.

Dengan adanya FWA, pergerakan pemudik cenderung terdistribusi ke periode lebih awal, yakni H-6 hingga H-8. Pola serupa juga terlihat pada arus balik. Masyarakat menilai FWA dapat mengurangi kepadatan pada H+4 sampai H+6 setelah Lebaran, sehingga pergerakan lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada rentang H-8 hingga H+8 saja.

Dudy menjelaskan, hasil survei memperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan pada Lebaran 2026. Sebagai perbandingan, survei tahun 2025 memproyeksikan 146 juta orang melakukan perjalanan, sementara realisasi di lapangan mencapai 154 juta orang.

Menurut dia, selisih antara angka survei dan realisasi tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyusun strategi pengelolaan transportasi. Meski survei tahun ini menunjukkan potensi penurunan sekitar 1,7 persen, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Kami berasumsi pada 2026, dengan libur yang cukup panjang dan penerapan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung sekitar dua minggu. Dengan kondisi itu, jumlah pergerakan berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun lalu," kata Dudy.

Ia mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan secara matang, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, dan memilih waktu keberangkatan di luar puncak arus mudik maupun arus balik. "Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, dan nyaman," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit