logo batamtoday
Sabtu, 21 Februari 2026
PKP BATAM


Ribuan Warga Padati Jalan Merdeka, Imlek 2577 Jadi Panggung Harmoni dan Dongkrak Ekonomi Tanjungpinang
Selasa, 17-02-2026 | 09:08 WIB | Penulis: Devi Handiani
 
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menyampaikan sambutan pada perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senin (16/2/2026). (Foto: Devi/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kawasan Jalan Merdeka, Tanjungpinang, dipadati ribuan warga pada perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senin (16/2/2026). Perayaan bertajuk Imlek Nusantara yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan itu mengubah pusat kota menjadi ruang publik yang semarak oleh lampion dan ornamen merah.

Sejumlah pejabat daerah hadir dalam acara tersebut, di antaranya Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza. Kehadiran mereka menegaskan posisi perayaan Imlek bukan sekadar agenda budaya, melainkan juga momentum sosial dan ekonomi daerah.

Ketua panitia, Rudy Santoso, menyebut pergantian tahun ini sebagai simbol pembaruan. Ia mengaitkan momentum Tahun Kuda Api dengan semangat kebebasan dan keberanian menghadapi tantangan. Menurut dia, perayaan Imlek Nusantara yang telah memasuki tahun ke-22 mencerminkan konsistensi harmoni di tengah keberagaman masyarakat Tanjungpinang.

Dari sisi ekonomi, Rudy mengklaim Bazar Imlek yang melibatkan 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat perputaran uang sekitar Rp20 miliar selama sebulan pelaksanaan. Omzet harian pedagang disebut berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta. "Perayaan budaya berdampak langsung pada ekonomi masyarakat kecil," ujarnya.

Wakil Wali Kota Raja Ariza menilai perayaan tersebut memperkuat tradisi toleransi di Kota Gurindam. Ia mengatakan Tanjungpinang selama ini menjadi ruang hidup bersama bagi beragam suku dan agama, sehingga momentum Imlek diharapkan kian mengokohkan solidaritas sosial.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyoroti capaian makro ekonomi Kepulauan Riau. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada 2025 mencapai 6,94 persen --tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri, kata dia, juga berada di angka 90,53 dan menempati peringkat ketiga nasional. Ansar menilai kontribusi masyarakat Tionghoa, terutama di sektor perdagangan dan investasi, turut menopang kinerja tersebut.

Perayaan Imlek 2577 di Tanjungpinang, dengan demikian, bukan hanya ritual budaya tahunan. Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi yang menguat, agenda ini menjadi etalase kohesi sosial sekaligus indikator denyut ekonomi lokal.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit