logo batamtoday
Minggu, 05 Februari 2023
Pasang Iklan


SPAM Batam dan PT Moya Mangkir dari Undangan RDP Komisi III DPRD Kepri
Selasa, 24-01-2023 | 17:41 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah. (Aldy/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - SPAM Batam dan PT Moya selaku pengelola air bersih di Batam mangkir dari undangan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Provinsi Kepri yang dijadwalkan hari ini, Selasa (24/1/2023) pukul 13.00 WIB.

RDP tersebut digelar terkait keluhan masyarakat/pelanggan atas buruknya pengelolaan air hampir di seluruh penjuru Kota Batam saat ini.

Diketahui, setelah menunggu lebih dari satu jam dari jadwal, tiba-tiba datang surat pemberitahuan dari SPAM Batam dan PT Moya yang meminta penundaan RDP hingga Februari mendatang.

Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menyesalkan sikap SPAM Batam dan PT Moya yang mangkir dalam RDP yang sudah terjadwal. Terlebih SPAM Batam dan PT Moya, hanya mengirimkan surat permohonan penundaan rapat. Dimana dalam surat tersebut, keduanya meminta rapat diundur hingga awal Februari mendatang.

"Kami sangat kecewa, kita sudah undang mereka baik-baik, tapi hanya mengirimkan surat permohonan penundaan. Masalah air ini merupakan masalah paling utama di masyarakat. Hampir seluruh masyarakat teriak dengan keburukan pengelolaan air," ujar Irwansyah.

Dijelaskannya, alasan SPAM Batam dan PT Moya tidak menghadiri undangan RDP karena mereka tengah fokus dalam perbaikan sistem penyaluran air bersih. Namun, ia meminta keduanya lebih menghargai undangan tersebut.

"Kalau BP Batam merasa koneksinya ke DPR RI, kita juga punya jalur ke sana. Akan tetapi hal ini kan terjadi di Kepri. Jadi kami wajib mempertanyakan kinerja pemerintah di sini. Tetap kita hargai surat mereka, kita akan jadwalkan ulang, awal Februari nanti," terang Irwansyah.

Irwansyah melanjutkan, buruknya pengelolaan air tentu saja bertentangan dengan komitmen Batam sebagai kota modern. Menurutnya, pengelolaan air tidaklah membutuhkan kemampuan tekhnologi yang tinggi. Bila dikerjakan dengan profesional, pastinya kejadian yang menyengsarakan masyarakat ini tidak terjadi.

"Dulu dikelola oleh perusahaan yang sudah berpengalaman. Saat penyerahan pengelolaan ke BP Batam, ATB menyerahkan dalam kondisi bagus, bahkan tingkat kebocoran yang terbilang rendah. Makanya kita mau ada penjelasan dari mereka secara langsung, seberapa parah pengelolaan air ini," sambungnya.

Seharusnya, masih kata Irwansyah, saat pemerintah ingin mengganti pengelola air bersih, perusahaan pengganti yang akan mengelola itu lebih berpengalaman. Tidak seperti sekarang, setelah teriakan masyarakat ada dimana-mana, baru pihak BP Batam berkilah kalau masih tahap belajar.

"Saya tidak berpihak antara pengelola yang lama sama yang sekarang ini. Akan tetapi BP Batam harus menunjukkan kinerja perusahaan yang ditunjuk itu lebih baik dari yang dulu," katanya.

Irwansyah menambahkan, pada saat RDP nanti yang akan dijadwalkan awal Februari mendatang, pihaknya juga akan mengundang pengelola air yang lama yakni PT Adya Tirta Batam (ATB). Hal ini dilakukan agar permasalahan yang sebenarnya bisa terungkap, dan masyarakat mengetahui apa penyebab utama dari buruknya pengelolaan air bersih di Batam.

"Kita akan undang juga ATB nanti, biar bisa kita simpulkan,dimana permasalahan utama dari buruknya suplai air bersih ke masyarakat. Air ini kebutuhan primer," tutup Irwansyah.

Editor: Yudha

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit