logo batamtoday
Sabtu, 20 Agustus 2022
Pasang Iklan


Antisipasi Cacar Monyet, Pemko Batam Siapkan Dua RS Rujukan
Kamis, 04-08-2022 | 13:08 WIB | Penulis: Aldy
 
Rumah Sakit BP Batam di Kecamatan Sekupang. (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Kota Batam, bergerak cepat menyiapkan dua rumah sakit rujukan yakni RSBP Batam dan Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD-EF), sebagai antisipasi penyebaran cacar moyet.

Hal ini dilakukan menyusul adanya pengumuman dari Otoritas Singapura terkait temuan kasus cacar monyet beberapa waktu lalu.

"Batam merupakan salah satu pintu masuk dari luar negri, saat ini negara tetangga kita sudah mengumumkan bahwa adanya temuan kasus cacar monyet. Kita perlu melakukan pencegahan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, Kamis (4/8/2022).

Melda Sari melanjutkan, untuk langkah antisipasi, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait antisipasi cacar monyet, dan meminta rumah sakit, hingga ketingkat Puskesmas untuk aktif dalam mendeteksi penyakit cacar monyet.

Berdasarkan temuan di tanggal 27 Juli lalu, pihak Rumah Sakit Elizabeth Batam Kota, melaporkan satu kasus dengan ciri-ciri menyerupai cacar monyet. "Ada delapan kontak erat yang diperiksa. Petugas juga menanyai riwayat perjalan pasien, dan ternyata tidak ada yang melakukan perjalan keluar negeri. Alhamdulillah hasil sampel baru kelar siang ini, dan hasilnya negatif. Kita minta petugas kesehatan di Batam, agar aktif melaporkan kasus yang menyerupai cacar monyet," jelas Melda Sari.

Sementara, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Budi Santosa, mengatakan, akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendatangkan alat pendeteksi cacar monyet.

"Tentu kami sangat berharap dan mendorong pusat menyegerakan bantuan alat ini. Karena nanti kalau ada sampel pasti kami tetap akan kirim ke pusat," ucap Budi Santosa.

Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet merupakan virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.

 

Sebagian besar hewan yang rentan dengan penyakit ini adalah hewan pengerat seperti tikus gambia, tupai, primata dan lain sebagainya.

Penularan cacar monyet dilakukan dari hewan kepada manusia yang terjadi karena kontak langsung seperti terkena darah, cairan tubuh, lesi kulit dan mukosa dari hewan yang terinfeksi. Makan daging yang tidak matang juga menjadi faktor risiko yang mungkin saja terjadi.

Dilansir dari laman resmi PBB, gejala yang ditimbulkan oleh cacar monyet dan dapat dirasakan oleh manusia adalah demam, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri otot, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam dan lesi kulit. Ruam biasanya terlihat pada hari pertama hingga ketiga setelah demam.

Gejala yang ditimbulkan oleh cacar monyet bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu melakukan pengobatan lanjutan. Namun disarankan untuk melakukan perawatan pada ruam dan membiarkannya kering dan menutupinya dengan perban untuk melindungi dari debu.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit