logo batamtoday
Kamis, 26 Mei 2022
Pasang Iklan


Catatan Ilham Bintang, Salat Dzuhur di Masjid Seharga Rp 85 Milyar
Sabtu, 14-05-2022 | 13:52 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ilham Bintang usai menunaikan sholat dhuhur di Masjid Raya Melbourne. (Foto: Ist)  

AKHIRNYA, kesampaian juga Salat di Masjid Raya Melbourne, masjid terbesar di Ibu Kota negara bagian Victoria, Australia, Kamis, (14/5/2022) siang.

Saya tiba di lokasi baru sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Waktu Dzuhur di sini pukul 12.00, sehingga tidak bisa ikut salat berjamaah. Kami bertemu beberapa jamaah yang juga baru tiba dan saya didaulat mengimami.

Hujan baru saja berhenti di lokasi Masjid megah yang baru dua bulan lalu diresmikan pemakaiannya. Menambah dingin cuaca 13 derajat celcius. Burung jalak terus saja berkicau keras seakan menyambut kami.

Masjid terbagi atas dua lantai (1200 M2) yang dibangun di atas lahan 5000 m2. Halaman parkirnya luas, termasuk basemen, bisa menampung sekitar 200 mobil. Lantai 2, Mezanin, khusus untuk jemaah wanita.

Akses ke lantai itu menggunakan tangga dan satu elevator atau lift. Warna abu- abu mendominasi sekelling bangunan masjid termasuk karpet dasarnya. Pembagian bangunannya rapi tertata mulai teras dan lobby yang luas. Toilet dan ruang wudhu terpisah, dilengkapi wastafel.

Lokasi masjid ini di Whyndam, Melbourne Barat, sekitar 25 kilometer dari City atau CBD (pusat kota) Melbourne. Perjalanan dari City ke sana sekitar 45 menit menyetir sendiri mobil ditemani istri dan putri bungsu yang bekerja di Melbourne.

Itu sudah termasuk kagok- kagok sedikit di jalan karena banyak sekali rambu pembatasan kecepatan. Menghadapi jalan lengang mulus freeway sering tak sabaran untuk memacu kecepatan. Alhamdulilah kami bertiga merasakan
salat fardhu dan sunnah di masjid senilai Rp. 85 milyar itu.

Saya sering ikut Salat Jumat di Melbourne, saat sedang berada di kota yang dibangun Ratu Victoria pada 1847 itu. Namun, ini salat pertama kali di dalam bangunan masjid.

Sebelum ini salat Jumat di dalam hall atau bangunan ruko yang disewa warga Muslim setempat untuk beribadah. Karena tempatnya tidak begitu memadai untuk, maka sering salat Jumat dilaksanakan dua sampai tiga shift atau tiga kloter.

Berdasar data Dewan Islam negara bagian Victoria, Australia sebenarnya ada sekitar 56 masjid. Sedangkan warga Muslim sekitar 220-ribu jiwa.

"Jumlah seluruh warga Muslim di seluruh benua Australia di atas 500 ribu jiwa. Tiap tahun meningkat ” kata Nuim Khaiyat, wartawan senior asal Medan yang sudah puluhan tahun bermukim di Melbourne.

Dari jumlah itu 70 persen tinggal di Melbourne dan Sydney. Melbourne merupakan kota dengan jumlah warga muslim terbanyak di Australia. Peningkatan jumlah warga Muslim cukup mencengangkan di tengah fenomena Islampobhi di Australia.
Yang mengidap itu bukan hanya warga asing tetapi juga warga Indonesia dan sesama Muslim sendiri.

"Saya benar-benar heran pada keterbelahan warga kita menjadi Cebong dan Kampret. Tapi yang harus disyukuri itu tidak mengalami peningkatan jumlah warga Muslim setiap tahun di Australia," ungkap Nuim.*

Penulis adalah Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit