logo batamtoday
Minggu, 05 Desember 2021
PKP


Nomor Ponsel Anggota DPRD Batam Kena Hack, Kirim Pesan Provokatif ke Massa Buruh
Kamis, 25-11-2021 | 18:04 WIB | Penulis: Putra Gema
 
Anggota DPRD Batam, Mustofa menunjukkan pesan provokatif yang dikirim orang tak bertanggungjawab menggunakan nomor poselnya, Kamis (25/11/2021). (Foto: Putra Gema)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Massa buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang tengah melakukan unjuk rasa di depan Graha Kepri, Batam Center, Kamis (25/11/2021) tiba-tiba mendapat pesan SMS berantai dari nomor posel anggata DPRD Batam, Mustofa.

Pesan berantai itu bernada provokatif dan menjelekkan nama baik dua partai NasDem dan PAN, serta nama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Tak hanya itu, nama baik mahasiswa Batam juga turut tercemar lantaran dituduh dalam pesan berantai itu telah menerima uang dari Wali Kota Rudi.

Usut punya usut, ternyata nomor posel Mustofa, yang juga mantan aktivis buruh dari FSPMI Batam, ternyata telah kena hack oleh orang tak bertanggungjawab. Hal ini, diakui sendiri oleh Mustofa dan Suprapto, Panglima Garda Metal FSPMI Batam yang memimpin aksi hari ini.

"Jangan ada yang percaya kalau dapat sms macam-macam, nomor teman kita Mustofa baru saja di-hack," tegas Suprapto.

Sementara Mustofa menegaskan, pesan yang beredar tersebut bukanlah atas inisiasi dirinya dan dipastikan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

"Saya tidak tau, tiba-tiba ditelepon banyak orang. Itu bukan saya yang kirim, saya baru dapat kabar dari teman-teman terkait kebenaran hal itu. Itu jelas hoaks dan provokasi. Ini merupakan efek karena statmen saya selalu keras dan membuat pihak-pihak yang di dalam sistem menjadi jenuh," kata Mustofa.

Dijelaskannya, perjuangan teman-teman buruh yang saat ini dilakukan jelas tidak mudah dan berat karena melawan sistem. Sistem yang tidak berpihak kepada buruh sendiri.

"Sistem yang diciptakan negara tetapi malah membuat rakyatnya sengsara," tegasnya.

Lanjut Mustofa, apa yang dilakukan oleh serikat buruh hingga hari ini masih dalam koridor dan terarah. Hal ini berguna agar pimpinan Negara Indonesia mendengar dan Gubernur Kepri serta Wali Kota Batam melawan sistem Pemerintah Pusat.

"Tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa Gubernur Kepri tidak akan berani melawan sistem, karena secara aturan kerja Gubernur sudah dibatasi dari aturan yang ada jelas yang salah itu di pusat. Di sini teman-teman buruh meminta hal yang mudah agar pemerintah bisa memenuhi Hak buruh," tutupnya.

Adapun pesan berantai itu, "Woy sudahla bubar balek aje takde guna lahtu demo demo nak jadi penyusah aje kalian tu semua, adek2 mahasiswa aje dah dikasih duet sama Rudi, partai Nasdem dan PAN punya pasal lah ni nak ambil muka aje di aksi buruh tu".

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit