logo batamtoday
Kamis, 06 Mei 2021
PKP


Warga Taman Anugerah Residence Tolak Lahan Fasum Dibangun Rumah oleh Developer
Rabu, 14-04-2021 | 13:36 WIB | Penulis: Irwan Hirzal
 
Warga Taman Anugerah Residence, Sagulung yang menyampaikan penolakan pembangunan rumah di atas lahan fasilitas umum. (Irwan/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Warga perumahan Taman Anugerah Residence, RT 02/RW 15 Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menolak pembangunan pemukiman di atas lahan fasilitas umum (Fasum).

Warga mempertanyakan alih fungsi lahan yang sudah menjadi aset Pemerintah Kota Batam tersebut oleh PT Anugerah Griya Utama, developer Taman Anugrah Residence.

PKP

Sahat Sianturi, salah satu warga yang rumahnya tepat berada di depan lahan fasum, mengaku sangat kecewa terkait lahan fasum yang akan dibangun pemukiman warga oleh developer Taman Anugrah Residence.

"Tidak ada pembahasan secara terbuka oleh pengembang dan warga. Rumah yang berada di depan fasum ini sangat terdampak. Karena harga beli rumah di depan fasum lebih mahal, dan kami memohon keadilan dan perlindungan hukum," ujar Sahat, Rabu (14/04/2021) siang.

Rencana pembangunan 6 unit rumah di atas lahan, katanya, sudah ada lahan pengganti fasum. Namun dengan ukuran yang lebih kecil dan posisi pengganti fasum berada di ujung pemukiman warga.

"Fasum ini adalah hak warga dan sudah menjadi aset Pemko Batam. Ini yang kami pertanyakan, karena perubahan fatwa planalogi fasum dirubah tanpa adanya pembahasan dan persetujuan oleh warga," ujarnya.

Lurah Tembesi, Kecmaatan Sagulung, Harfi'e, mengaku akan meninjau kembali pembangunan rumah pemukiman warga di atas lahan fasum Taman Anugrah. Dia mengaku sudah mendapatkan laporan terkait pengaduan warga tersebut.

"Kita minta ditinjau ulang. Kalau memang ada yang menolak, kita minta pengembang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum melakukan pembangunan. Karena apabila dibiarkan akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat," tegas Harfi'e.

Dari pantauan di lapangan, satu unti alat berat excavator sudah turun di lokasi lahan fasum untuk melakukan pengerjaan perataan tanah dan membuka saluran air di lokasi tersebut.

"Kita minta fasum dikembalikan semula. Tidak ada pemindahan dan pembangunan rumah di atas fasum," kata Karina, warga lainnya.

Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit