logo batamtoday
Minggu, 05 April 2020
PKP


Menyaksikan Ekonomi Batam Menuju Kebangkrutan
Belum Tampak Langkah Konkrit Selamatkan Batam
Senin, 29-05-2017 | 15:14 WIB | Penulis: Romi Candra
 
Para pejabat di Gedung BP Batam ini seharusnya melakukan terobosan penyelematan Batam. (Foto: Ist)  

ENTAH kebetulan atau by design, investasi dan perekonomian Batam kian hari terus memburuk. Mirisnya, hingga kini, belum tampak tanda-tanda keseriusan para stake holder untuk menyelamatkan Batam dari keterpurukan itu. Sekali lagi, apakah semua ini kebetulan atau by design? Berikut hasil perbincangan wartawan BATAMTODAY.COM, Romi Chandra dengan Sekretaris SPMI Batam, Suprapto.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam merilis data resmi, terhitung sejak Januari s/d Mei 2017, sebanyak 34 perusahaan telah gulung tikar. Pemicunya, terpukul dampak ekonomi global yang lesu. Berkurangnya order pekerjaan untuk di Batam. Akibatnya, terjadi ledakan jumlah pengangguran baru. Itu tidak termasuk pengangguran dari lulusan perguruan tinggi atau para siswa lulusan SMA dan SMP.

Masih menurut data resmi Disnaker Kota Batam, perusahaan asing yang gulung tikar itu lebih banyak di sektor galangan kapal. Sampai dengan posisi 17 Mei 2017 lalu, jumlah karyawan yang menjadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sebanyak 889 orang. "Saya melihat bahwa secara internasional industri manufacturing sedang lesu," ujar Sekretaris SPMI (Serikat Pekerja Metal Indonesia) Batam, Suprapto.

Sebagai pejabat yang dibayar mahal oleh negara dengan uang rakyat, seharusnya Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan langkah-langkah terobosan untuk membangun investasi di Batam. Bukan membiarkannya perekonomian Batam terus terjerumus menuju kehancuran total. "Tinggal bagaimana pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan," tegas Suprapto.

Ditambahkan Panglima Garda Metal Batam itu lagi, diantara terobosan untuk menyelematkan Batam menjadi arang itu adalah melirik sektor pariwisata dan industri laut. "Industri laut dengan pengelolaan ikan yang saat ini belum ada. Sebab industri laut ini akan sangat membuka lapangan kerja luas," tambahnya.

Sebaliknya, di saat perekonomian Batam sedang lesu darah ini, bahkan mati suri itu, para buruh berharap, pemerintah tidak tambah membebani kehidupan masyarakat. Jangan lagi dibebani masyarakat Batam yang sedang sulit itu dengan aneka kenaikan tarif dan harga kebutuhan pokok.

Karena meski ekonomi Batam menuju kehancuran, masih ada secercah harapan bagi para buruh. Yaitu, dengan melakukan peningkatan kompetensi dan meraih sertifikat. "Peningkatan kompetensi dan sertifikasi pekerja juga harus di kejar," tegas Panglima Garda Metal Batam itu.

Sedangkan mengenai pangsa pasar produk, pemerintah harus fokus menjadikan pasar domestik sebagai penggerak ekonomi nasional. Produksi dalam negeri, dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja dulu. Apalagi, saat ini pasar domestik terus dibanjiri produk impor. "Sebab saat ini pasar lokal banyak di penuhi barang impor," lanjutnya.

Terkait dengan penyelamatan perekonomian Batam, apakah SPMI Batam melihat, ada langkah kongkrit dari BP Batam?

Kami melihat belum ada langkah konkrit yang dilakukan

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit