logo batamtoday
Jum'at, 13 Desember 2019
PKP


Garbi Talk, Menyelamatkan Bangsa dengan Digitalpreneur
Senin, 18-03-2019 | 14:40 WIB | Penulis: Roni Ginting
 
Diskusi Garbi di Kafe La Kopi. (Foto: Mahfud)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) kembali mengadakan diskusi santai bertajuk 'Garbi Talk, Peluang Milenials di Era ekonomi Digital', di Kafe La Kopi, Minggu (18/3/2019).

Diskusi ini merupakan kelanjutan program Garbi khususnya di Kepri untuk memantik gagasan-gagasan besar yang konstruktif.

"Garbi merasakan persoalan yang cukup pokok dalam keseharian bangsa ini adalah persoalan ekonomi" papar Vebriano Aldy ketua Garbi Kepri dalam sambutannya, saat pembukaan diskusi.

Aldy yang juga baru meresmikan Garbi Tanjung Pinang ini mengucap tahniah kepada para peserta yang hadir dalam diskusi tersebut.

Pembina Garbi Kepri, Abdurrahman juga mengingatkan bahwa diskusi yang diadakan Garbi, adalah persoalan urgen karena berpusat pada persoalan bangsa yang juga menjadi persoalan dunia.

"Mengingat Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk hampir 300 juta, persoalan di Indonesia bisa menjadi persoalan di dunia juga," kata Abdurrahman yang juga seorang legislator Provinsi Kepri ini.

Abdurrahman berharap generasi muda yang hadir dalam diskusi tersebut terinspirasi untuk berkarya positif bagi bangsa.

Diskusi malam itu menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama, Funny Alviany pelaku Digitalpreneur yang cukup ternama karena menjadi konsultan branding nama-nama produk yang sedang booming. Sedangkan pembicara kedua Agus Purwanto adalah seorang pengacara yang merupakan pembicara dari Garbi Kepri.

Agus membuka diskusi dengan membahas peristiwa besar yaitu tragedi pembunuhan di New Zealand baru-baru ini mengguncang dunia.

"Kaum ultra nasionalis itu hari ini benar-benar ada. Bahkan di beberapa negara bisa menjadi pemenang karena membawa isu rasisme dan kesenjangan sosial karena gelombang imigrasi" ujar Agus berapi-api.

Akar persoalan itu menurutnya adalah ekonomi. Saat ekonomi menggeliat dan semua orang mendapatkan kesempatan dan kesejahteraan, maka konflik sektarian menurutnya juga akan berkurang.

Alasan itulah menurut Agus yang membuat Garbi sebagai ormas menitikberatkan persoalan ekonomi sebagai sesuatu yang penting. Sementara, Funny Alviany membagi kiat-kiat agar sukses berbisnis di era digital.

"Hari ini dimana pengguna internet makin menggila, maka kita harus terampil membaca trend," tutur Funny.

Wanita yang sehari-hari bergiat dalam membuat brand produk tersebut memaparkan banyak contoh. Bagaimana sebuah produk meski memakai figur terkenal untuk mengendorse produknya tapi gagal mendapatkan perhatian dan efek penjualan yang baik. Menurutnya itu dikarenakan kurang cakap membaca pasar yang disasar.

"Dikarenakan hari ini kita langsung bersaing dengan pasar global, maka skill para digital preneur perlu ditingkatkan terus menerus," ujarnya.

Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit