logo batamtoday
Rabu, 20 Juni 2018
Cluster-Botania-Garden


Disnaker Kepri Terjunkan PPNS Investigasi Laka Kerja Tewas di PT BAS
Selasa, 12-06-2018 | 18:40 WIB | Penulis: Ismail
 
Kepala Disnkaer Kepri, Tagor Napitupulu. (Dok Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri menyampaikan sudah menerjunkan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk menginvestigasi kasus tewasnya dua pekerja di PT Bandar Abadi Shipyard (BAS) Tanjunguncang, Kota Batam.

Kepala Disnaker Kepri, Tagor Napitupulu mengatakan PPNS diturunkan pada Sabtu (9/6/2018) setelah mendapat informasi adanya laka kerja tewas diperusahaan tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui hasil dari investigasi anak buahnya itu.

"Pengawas sudah diterjunkan untuk melakukan investigasi, mencari tahu penyebab terjadinya laka kerja yang menewaskan dua orang itu," katanya, Selasa (12/6/2018).

Selain PPNS, sambung Tagor, Polisi juga sudah melakukan serangkaian penyelidikan. Bahkan, sampai saat ini belum bisa disimpulkan apa penyebabnya.

"Kita masih menunggu hasil laporan investigator," katanya.

Ia menerangkan, selama ini pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan-perusahaan di Batam. Bahkan, kebanyakan pihak perusahaan sudah memahami terkait K3 tersebut.

Namun, terkadang masih ada saja pekerja yang tidak menuruti Standar Operasinal Operasional Prosedur (SOP) K3 dari masing-masing perusahaan. Dari kelalaian tersebutlah terkadang kecelakaan kerja di perusahaan terjadi.

"Terkadang pekerjanya juga yang lalai tidak mengikuti SOP," ungkapnya.

Sebelumnya, Dua pekerja di PT Bandar Abadi Shipyard pada Sabtu (9/6/2018) tewas, diduga akibat kelalaian kerja. Salah satu korban diketahui anak di bawah umur.

Informasi yang dihimpun BATAMTODAY.COM, korban yakni Joe Sihombing (17) dan Muslim Ritongan (24). Keduanya merupakan pekerja subkontrak PT Sukses Jonatan (SJ) yang ditugasi untuk membuka tutup tanki di dalam kapal tongkang.

Kedua korban tewas awalnya diperintahkan membuka tutup tanki sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, pada pukul 15.30 WIB, keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafrudin Dalimunthe saat dikonfirmasi, Minggu (10/6/2018) sore membenarkan adanya peristiwa laka kerja yang menewaskan dua orang korban. Ia mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara.

"Polsek dapat informasi sikitar pukul empat sore. Kemudian kita ke lokasi untuk melakukan rangkaian penyelidikan," kata Kapolsek Batuaji.

Dilanjutkannya, kedua korban sempat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, kemudian ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi. Dan pada Minggu pagi, jenazah Muslimi Ritonga langsung diterbangkan ke kampung halamannya, Ratau Parapat, Sumatera Utara.

"Untuk korban Joe Sihombing dimakamkan di Batam," ujarnya.

Editor: Gokli

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit