logo batamtoday
Senin, 28 November 2022
Pasang Iklan


Hasil Pertemuan Bilateral, Indonesia-Korea Selatan Teken Kerja Sama Bisnis Senilai USD 7 Juta
Sabtu, 24-09-2022 | 12:56 WIB | Penulis: Redaksi
 
Pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan menandatangani tiga MoU kerja sama bisnis dengan potensi transaksi sebesar USD 7 juta di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (23/9/2022). (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Badung - Pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) kerja sama bisnis dengan potensi transaksi sebesar USD 7 juta. Kerja sama bisnis itu berupa pembelian sejumlah produk makanan olahan Indonesia.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan MoU tersebut pada Jumat (23/9/2022) di Nusa Dua, Badung, Bali, usai pertemuan Trade, Investment and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20.

Penandatanganan MoU kerja sama bisnis tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Korea Selatan, Ahn Dukgeun pada Rabu (21/9/2022) di sela penyelenggaraan TIIMM. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis kedua negara, terutama di bidang perdagangan.

"Saya menyambut baik penandatanganan tiga MoU yang menghasilkan potensi transaksi sebesar USD 7 juta. Produk-produk yang diminati Korea Selatan seperti konyak, serta keripik singkong dan ubi olahan beku yang merupakan produk unggulan Indonesia," ungkap Mendag Zulkifli Hasan, dalam siaran pers Kemendag.

Penandatanganan tersebut dilakukan antara tiga pelaku usaha Indonesia dengan dua pelaku usaha Korea Selatan. PT Satoria Konjac Industri dengan With Us Co.,LTD menandatangani MoU pembelian produk konyak dengan potensi transaksi senilai USD 2 juta; PT Indorasa Utama dengan With Us Co.,LTD untuk produk keripik singkong dengan potensi nilai transaksi USD 2 juta; serta PT Seed Origin International dan Wellygo Inc untuk produk ubi olahan (frozen dried sweet potato stick/frozen sweet potato paste) dengan potensi nilai transaksi sebesar USD 3 juta.

"Indonesia mengapresiasi penandatanganan tiga kesepakatan dagang dan berharap kerja sama serupa akan semakin terbuka dengan mengimplementasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA)," tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Nilai perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada Januari-Juli 2022 sebesar USD 14,03 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar USD 7,27 miliar dan impornya USD 6,77 miliar. Sementara pada 2021, total nilai perdagangan kedua negara sebesar USD 18,41 miliar. Pada tahun tersebur, nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD 8,9 miliar dan impornya USD 9,4 miliar.

Pada 2021, Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor ke-7 dan negara asal impor ke-6 bagi Indonesia. Sementara itu, Korea Selatan merupakan negara asal investasi asing langsung (FDI) ke-7 bagi Indonesia. Investasinya pada 2021 sebesar USD 1,64 miliar dengan 2.511 proyek.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit