logo batamtoday
Jum'at, 12 Agustus 2022
Pasang Iklan


Picu Konflik, PBNU Siap Kawal Warga Desa Wadas Hentikan Penambangan Andesit
Selasa, 24-05-2022 | 12:36 WIB | Penulis: Redaksi
 
Alissa Qotrunnada Wahid. (Foto: RMOL)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengadu ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait nasib desa mereka yang makin rusak akibat aktivitas pertambangan batu andesit, pada Jumat lalu (20/5/2022).

Dalam pertemuan ini, warga mengeluhkan bahwa tidak hanya alam yang dirusak oleh pertambangan, namun juga hubungan antar warga juga mulai menunjukan benih perpecahan akibat ada yang mendukung dan menolak aktivitas pertambangan di sana.

Perwakilan warga Desa Wadas, Marsono mengaku jauh-jauh datang ke Jakarta untuk meminta bantuan PBNU agar bisa menghentikan perpecahan yang terjadi antar warganya.

"Kami menyampaikan ke PBNU karena situasi yang terkini adalah situasi yang terpecah belah, sehingga kami harapkan PBNU bisa bersama-sama menghentikan perpecahan di desa kami," kata Marsono dalam pertemuan tersebut.

Marsono pun meyakini tak ada cara lain untuk menghentikan ketegangan antar warga Desa Wadas selain menyetop aktivitas pertambangan. Ia meyakini PBNU sebagai organisasi islam terbesar bisa membantu meyakinkan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk menghentikan pertambangan di Desa Wadas.

"Kalau penambangan itu tetap berlangsung kami yakin perpecahan ini makin menjadi lebih besar lagi, dan ruang hidup kami, anak-anak kami, tidak ada harapan untuk hidup yang layak, seperti sekarang ini," katanya.

Sementara itu, Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat Alissa Wahid memastikan akan memperjuangkan aspirasi dari warga Desa Wadas tersebut. Ia sepakat bahwa pertambangan batu andesit untuk bahan baku pembangunan waduk itu akan berujung pada kerusakan alam dan koflik sosial yang makin meruncing.

"Warga sebagian masih ingin mempertahankan desanya, kelestarian alamnya dan pertambangan sudah pasti akan menghancurkan kehidupan di Desa Wadas," kata Alisa.

Alissa yang sudah pernah mengunjungi Desa Wadas saat terjadi represi dari aparat pada awal Februari lalu ini memastikan PBNU akan membantu mencari solusi atas masalah ini.

"Kita sedang membicarakan perkembangannya dan menyusun langkah ke depan," kata putri dari Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid ini.

Sumber: RMOL
Editor: Dardani

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit