logo batamtoday
Kamis, 26 Mei 2022
Pasang Iklan


Warga Cluster Puri Melati Minta Titik SUTT di Belian Digeser ke Tempat Lain
Jum\'at, 14-01-2022 | 18:36 WIB | Penulis: Putra Gema
 
Warga Cluster Puri Melati saat gelar aksi meminta titik SUTT digeser dari perumahan mereka, lokasi Kelurahan Belian, Batam Kota, Jumat (14/1/2022). (Foto: Putra Gema)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Warga Cluster Puri Melati, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota meminta toilet umum portable dan titik lokasi pembangunan SUTT dipindahkan dari depan pintu perumahan mereka.

Dalam aksi kali ini, puluhan warga perumahan kembali memasang spanduk berukuran 3 x 3 meter yang bertulisan permintaan kepada pihak yang berwenang dalam proses pembangunan tower SUTT.

Permintaan ini menindaklanjuti atas tidak ditanggapinya permintaan-permintaan warga sebelumnya, yang menganggap titik pembangunan SUTT mengancam keselamatan warga serta toilet umum portable yang dianggap merusak estetika perumahannya.

"Kita warga Cluster Puri Melati tidak menolak, kami hanya meminta agar titik pembangunan SUTT digeser 20 meter dari titik awal, tetapi sampai saat ini PLN tidak menanggapi, itu sangat berbahaya karena titik pembangunan SUTT tepat di depan pintu perumahan. Selain itu toilet portable untuk petugas yang berjaga dan pekerja juga merusak estetika perumahan karena tepat berasa didepan pintu perumahan," kata salah seorang warga di lokasi, Jumat (14/1/2022).

Dijelaskannya, proses sengketa antara warga dengan PLN atas pembangunan SUTT ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 lalu. Hasilnya, Pengadilan Negeri (PN) Batam dan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru tidak mengeluarkan kebijakan apapun terhadap warga maupun PLN.

"Sekarang sedang berlangsung di Mahkamah Agung, seharusnya kita hormati proses hukum yang berjalan dan tidak main eksekusi seperti saat ini, kami jelas sangat dirugikan," tegasnya.

Warga itu juga mengungkapkan bahwa pembangunan SUTT di lokasinya tersebut dilaksanakan tanpa adanya sosialisasi atau pembicaraan antara warga dan pihak PLN terlebih dahulu. "Kami tidak menolak, cuman titik lokasinya jangan disitu karena sangat dekat dengan pintu keluar masuk, hanya berjarak 4 meter. Itu kan sangat bahaya untuk anak-anak. Seharusnya ketemu dulu pihak warga dengan PLN," ungkapnya.

Pria yang namanya tak mau ditulis itu beserta warga lainnya berharap agar wakil rakyat dapat turun ke lokasi dan mendengar aspirasi rakyat. "Kami minta pihak terkait, wakil rakyat dan lainnya kami harapkan dapat turun tangan karena kami rakyat merasa ngelawan gajah," tutupnya.

Dalam aksi pemasangan spanduk yang didominasi oleh ibu-ibu ini, terlihat beberapa petugas kepolisian dan Satpol PP turut berjaga di lokasi dan aksi ini berlangsung damai serta tidak ada keributan.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit