logo batamtoday
Selasa, 28 Juni 2022
Pasang Iklan


Tak Hanya Dipenjara, Siswa Nakal SPN Dirgantara Juga Dirantai Lehernya
Jumat, 19-11-2021 | 15:04 WIB | Penulis: Putra Gema Pamungkas
 
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kepri. (Foto: Putra Gema/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Tidak hanya melakukan tindakan kekerasan serta pemenjaraan, pengelola Sekolah Penerbangan Nusantara (SPN) Dirgantara Kota Batam diduga juga merantai siswa yang masuk ke dalam kurungan.

Ketua KPPAD Batam, Abdillah ketika ditemui di Polda Kepri mengatakan, sebanyak 5 orang perwakilan wali murid SPN Dirgantara Batam tengah melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kepri.

Dijelaskannya, laporan itu dilayangkan setelah pihaknya mendapati bahwa adanya beberapa siswa SPN Dirgantara yang diberikan hukuman kurungan layaknya penjara di gedung lantai 4 SPN Dirgantara Batam.

"Selain itu, saya juga mendapatkan video bahwa salah satu siswa yang dikurung mendapati perlakukan tidak mengenakan, yakni dirantai pada bagian leher. Saat ini video itu juga sudah diserahkan ke penyidik Polda Kepri" ungkap Abdillah, Jumat (19/11/2021).

Selain itu, dalam kasus ini juga karena adanya dugaan kekerasan fisik kepada siswa-siswa yang dinilai menyalahi aturan di SPN Dirgantara Batam.

"Untuk lebih jelasnya, nanti akan disampaikan oleh Dirkrimum Polda Kepri," ujarnya.

Di lokasi yang berbeda, Kepala Sekolah SPN Dirgantara Batam, Dunya Harun yang juga merupakan purnawirawan Polri ini berdalih bahwa kurungan tersebut guna membentuk karakter siswa yang melakukan pelanggaran aturan.

Hal itu dilakukan dengan harapan siswa yang ditempatkan di sana dapat merenungkan kesalhannya agar tidak mengulanginya kembali.

"Itu untuk membentuk karakter serta ruangan untuk konseling. Siswa yang ditempatkan di sana juga saat jam belajar tetap mengikuti kegiatan yang sama dengan yang lain. Hanya jam istirahat saja yang dibedakan dan hukuman itu bisa sampai 7 hari tergantung poin dan kesalahan siswa," ujarnya.

Meski begitu, terkait adanya tindakan perantaian siswa, dirinya mengaku bahwa tidak benar. Jikapun memang terjadi, hal itu di luar pengetahuannya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, masalah serupa juga pernah terjadi di SPN Dirgantara Batam ini. Kasus serupa itu terjadi pada September 2018 lalu.

Editor: Dardani

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit