logo batamtoday
Minggu, 05 Desember 2021
PKP


Wakil Indonesia Bertumbangan di Denmark Open 2021, Ini Penyebabnya
Jum\'at, 22-10-2021 | 10:44 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ganda Putra Indoensia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemain-pemain top Indonesia bertumbangan di Denmark Open 2021. Pelatih fisik PP PBSI Iwan Hermawan mengakui para atlet kelelahan karena jadwal padat turnamen.

Memasuki tour Eropa, para pebulutangkis dunia dihadapkan agenda turnamen yang cukup padat. Dimulai dengan Piala Sudirman, Piala Thomas, Denmark Open, hingga France Open.

Hal itu pun kini dirasakan langsung oleh atlet-atlet Indonesia. Setelah menjalani pertandingan-pertandingan superberat di Piala Sudirman dan Piala Thomas, beberapa atlet tercatat 'kehabisan bensin' di turnamen ketiga.

Dari mulai Anthony Ginting yang memutuskan mundur di babak pertama Denmark Open 2021 karena cedera pinggang yang ternyata sudah dirasakan sejak final Piala Thomas akhir pekan lalu. Setelahnya, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar usai dikalahkan juniornya Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, yang merupakan peringkat 41 dunia.

Jauh sebelum Denmark Open, performa Kevin/Marcus sudah disorot. Ganda putra nomor satu dunia itu beberapa kali batal tampil di laga Piala Thomas lantaran kondisinya yang belum sepenuhnya bugar. Alhasil utak-atik mesti dilakukan dengan memarkir Marcus, sehingga Kevin dipasangkan dengan Daniel Marthin.

Merespons situasi ini, Iwan menyadari bahwa recovery atletnya tidak dalam kondisi yang semestinya. Menurut Iwan, sejauh ini pihaknya telah berupaya memberikan recovery training di kondisi yang serba terbatas. Termasuk berkoordinasi dengan fisioterapi dan dokter gizi, psikolog untuk memberikan recovery dengan berbagai aspek. Terlebih, waktu pemulihan juga sempit, ditambah tidak adanya gym di hotel sehingga harus dilakukan di practice hall dengan jadwal yang padat.

"Normalnya setelah pertandingan Sudirman Cup, Thomas dan Uber Cup harus ada periode transisi untuk mengembalikan lagi kondisi fisik dan psikis mereka," kata Iwan kepada detikSport, Kamis (21/10/2021).

"Kemarin dari Thomas dan Uber Cup hanya 1 hari latihan langsung bertanding. Kondisi ini juga dialami oleh negara-negara lain pasca Thomas dan Uber, seperti China, dan lain-lain," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kasubid Pengembangan Sport Science PBSI itu.

"Tapi dengan adanya 2 pertandingan tim penting lalu lanjut dengan pertandingan individu yang simultan tentunya ini pengalaman baru dan menjadi pelajaran penting buat kita untuk menyiapkan tim lebih baik lagi. Namun, dari yang ditanyakan langsung ke atlet mereka tidak terlalu bermasalah dengan kebugaran mereka hanya feeling bermain yang belum bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.

Sumber: detik.com
Editor: Yudha

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit