logo batamtoday
Kamis, 15 April 2021
PKP


Pelabuhan Batam Center Segera Buka Layanan Pelayaran ke Singapura dan Malaysia
Selasa, 13-10-2020 | 18:36 WIB | Penulis: Paskalis RH
 
Manager Operasional Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga. (Foto: Paskalis RH)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Akses perjalanan Batam-Singapura dan Malaysia rencananya akan dibuka mulai akhir Oktober mendatang pascamewabahnya virus corona atau Covid-19.

Pembukaan akses perjalanan ini, dibenarkan Manager Operasional Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga saat dikonfirmasi BATAMTODAY.COM, di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2020).

PKP

"Rencananya, akses perjalanan Batam-Singapura dan Malaysia akan dibuka dalam waktu dekat. Hal itu sesuai instruksi pemerintah melalui Menteri Luar Negeri baru-baru ini," kata Nika Astaga.

Masih kata Nika, walapun akses perjalanan sudah dibuka, namun masih dibatasi. Akses ini hanya terbatas untuk kunjungan bisnis, diplomatik dan dinas pemerintahan.

Selain itu, kata dia, meski akan dibuka dalam waktu dekat, arus keluar masuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah berstandar internasional.

Ketika disinggung mengenai kesiapan Pelabuhan Fery Internasional Batam Center yang akan dibuka, Nika mengungkapkan pihaknya sudah sangat siap. Seperti misalnya, saat pemulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Singapura dan Malaysia melalui pelabuhan tersebut.

Selama tujuh bulan diserang pandemi Covid-19, kata dia, pelabuhan telah melakukan program pemerintah. Selanjutnya, untuk ke depan kalau memang ada instruksi dari pemerintah untuk membuka seluruh akses perjalanan, pihaknya menyatakan sudah sangat siap.

"Saat ini yang sedang kita siapkan untuk akses masuk dan keluar, para penumpang harus mengikuti seluruh aturan dengan menerapkan standar protokol kesehatan level internasional," ujarnya.

Dijelaskan Nika, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Ia pun mencontohkan, sebelum pandemi Covid-19 Pelabuhan Fery Internasional Batam Center pernah memberangkatkan sebanyak 18 ribu penumpang dalam satu hari.

"Soal kesiapan, kita sudah siap. Bahkan dalam sehari kita pernah memberangkatkan 18 ribu penumpang ke Singapura dan Malaysia. Apalagi, akses perjalanan yang rencananya akan dibuka masih terbatas untuk kunjungan bisnis, diplomatik dan dinas pemerintahan," tambahnya.

Kendati telah dibuka, lanjutnya, pihak pelabuhan tetap menerapkan anjuran pemerintah sehingga orang yang bolak-balik dari Batam ke Singapura atau daerah lainnya akan tetap terbebas dari penyebaran Covid-19.

Dengan dibukanya akes perjalanan Batam-Singapura dan Malaysia, Nika pun berharap dapat membantu dan mendongkark kembali perekonomian Indonesia khususnya Kota Batam yang saat ini terus mengalami penurunan akibat dari terbatasnya kegiatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, Pelabuhan Fery Internasional Batam Center kian hari semakin sepi dari hilir mudik para penumpang. Hal tersebut merupakan imbas dari mewabahnya Covid-19 yang tak kunjung usai.

Hingga sekarang, jumlah penumpang mengalami penurunan sangat drastis jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi. "Bahkan, untuk setiap harinya hanya ada dua kapal yang berangkat dan datang, yakni tujuan Malaysia dan Singapura atau sebaliknya," kata Nika.

Nika mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 mewabah, jumlah penumpang di akhir pekan bisa mencapai 7.000-an setiap harinya. Namun sekarang, kata dia, jumlah penumpang per bulannya paling banyak 400 orang.

Akibatnya, katanya lagi, banyak operator kapal yang melayani rute keberangkatan ke negara tetangga Singapura dan Malaysia banyak yang tutup.

Meski kondisi sepi, lanjutnya, operasional Pelabuhan Fery Internasional Batam Center tetap beroperasi seperti biasa. Karena masih ada kapal yang berangkat. Bahkan pihaknya tetap mengawasi setiap pengunjung yang datang maupun berangkat.

"Sejak sebulan terakhir, penumpang yang berangkat maupun datang wajib menunjukan surat PCR atau swab. Surat itu berlaku 7 hari dari pengecekan. Surat PCR biasanya adalah pekerja, yang sudah dapat jaminan dari perusahaan," tambahnya.

Sedangkan TKI yang dideportasi, sambungnya, akan menjalani tes Swab saat tiba di Batam untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit Galang untuk menjalani proses perawatan dan karantina lanjutan bagi yang terindikasi terpapar Covid-19.

Editor: Gokli

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit