logo batamtoday
Sabtu, 24 Oktober 2020
Pasang Iklan


Menyisakan banyak Masalah
Ferry Mursyidan Nilai Pemilihan Ketua IKA Unpad Mematikan Demokrasi
Rabu, 16-09-2020 | 08:04 WIB | Penulis: Irawan
 
Mantan Menteri ATR/Kepala BPN Ferryy Mursyidan Baldan (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemilihan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjajajaran (Unpad) Bandung menuai polemik dari sejumlah alumninya, antara lain Mantan Menteri mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional yang juga mantan Ketua Komisi II DPR. Ferry Mursyidan Baldan.

Para alumni Unpad melayangkan protesnya karena menganggap pemilihan itu tidak demokratis lantaran bukan digelar pemilihan umum raya (pemira), tapi hanya diwakili oleh 36 perwakilan Komisariat Daerah (Komda) dari nasional maupun luar negeri maupun Komisariat Fakultas (Komfak).

Ferry yang juga menjabat sebagai penasihat IKA Unpad itu kecewa karena panitia dan presidium IKA Unpad mengabaikan suara alumni di pemilihan Ketua IKA.

Mantan Ketua IKA UNPAD periode 2008-2012 Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, meski Ketua Umum IKA UNPAD sudah terpilih dalam Musyawarah Besar IKA UNPAD X justru menyisakan banyak masalah.

"Saya sudah ingatkan, harusnya pemilu raya langsung, Itulah saya kira tetap tegaskan. Agar ada relasi ikatan antara alumni dan almamaternya," ujar Ferry, Selasa (15/9/2020).

Kegiatan yang digelar pada 11-13 September 2020, di Hotel Banan Inn, Setiabudi, Bandung dinilai kurang relevan. Pasalnya kata Ferry, proses pemilihan melalui 'perwakilan' yang membuat Ketum terpilih cukup dengan 21 suara.

"Ini menjadi pertanyaan, bagaimana Penyelenggaraan Mubes bisa menghilangkan suara Alumni dalam pemilihan Ketua Umum IKA UNPAD," katanya.

Ferry mengatakan, kalau Pendemi Covid-19 dijadikan alasan, bukankah mekanisme secara virtual bisa dilakukan. Ini bisa disebut dengan Adaptasi Pemilihan Langsung Ketum IKA UNPAD dengan menerapkan protokol kesehatan, apalagi kita memiliki FK UNPAD yang dipercaya Pemerintah dalam uji klinis vaksin Covid-19.

Hal-hal yang mengherankan, lanjut Ferry, melahirkan banyak pertanyaan. Karenanya, proses pemilihan melalui perwakilan ini bisa disebut. "Mubes X menjadi wabah yang menyetang dan menghilangkan suara alumni dalam Pemilihan Ketua Umum IKA UNPAD," katanya.

Padahal 3 Mubes sebelumnya selalu melalui pemilihan langsung. "Saya sebagai Alumni UNPAD berharap, Mubes bisa memutuskan bahwa Pemilihan Ketua Umum UNPAD dilakukan dengan Pemilu Raya. Tentu dengan mempertimbangkan faktor atau kondisi, itu bisa saja diselenggarakan," ucapnya.

Ferry menjelaskan, karena satu-satunya cara untuk membangun 'sense of belonging' atau rasa memiliki alumni kepada almamaternya.

"Itu adalah ketika kita semua bisa memberikan hak suaranya dalam memilih siapa ketua umum IKA UNPAD," tegasnya.

Ferry juga mengakui mengirim karangan bunga bertuliskan 'Atas Matinya Demokrasi' IKA Unpad. "Ha ha ha. Ya itu teman-teman alumni yang kecewa juga mengirimkan karangan bunga," ujar dia.

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit