logo batamtoday
Kamis, 24 September 2020
Pasang Iklan


Begini Penjelasan BTKLPP Batam dan Pengawas Eksternal Terkait Calon Taruna Akpol Positif Covid-19
Sabtu, 08-08-2020 | 18:20 WIB | Penulis: Hadli
 
Polda Kepri bersama BTKLPP Batam dan pengawas eksternal, saat konfrensi pers menanggapi curhat calon taruna Akpol yang merasa digagalkan dengan hasil positif Covid-19, Sabtu (8/8/2020). (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Curahan hati seorang calon taruna Akpol dari Kepri, yang gagal mengikuti seleksi tingkat pusat lantaran dinyatakan positif Covid-19, sempat viral di media sosial.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Polda Kepri dan BTKLPP Batam, selaku pihak yang ditunjuk Kemenkes untuk uji swab para calon taruna Akpol dari Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam akun medsos @siap_abangjagoo, mengunggah tulisan, dia mengukuti seleksi Akpol di tingkat daerah. Hasil seleksi itu, dia rangking 1 se-Provinsi Kepri, hingga tingkat sidang akhir dan berhak untuk melanjutkan test ke tingkat pusat.

Namun, belakangan dia dinyatakan gagal melanjutkan test ke tingkat pusat, lantaran hasil uji swab dinyatakan positif Covid-19.

Merasa penasaran, pemilik akun @siap_abangjagoo, melakukan test secara mandiri sekaligus rontgen paru-paru. Hasil pemeriksaan mandiri, menurut pemilik akun medsos itu, hasilnya negatif.

Unggahan @siap_abangjagoo ini pun lantas menjadi viral, hingga akhirnya Polda Kepri dan BTKLPP Batam harus melakukan konfrensi pers di Media Center Polda Kepri yang dihadiri Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S; Kabid Dokkes, dr Muhammad Haris; Kepala BTKLPP Kota Batam, Budi Santos; Pengawas Eksternal dari LSM FKPM, Dimas dan para panitia Penerimaan Calon Taruna Akpol Tahun 2020, Sabtu (8/8/2020).

"Beberapa hari ini ramai diperbincangkan di Media Sosial terkait dengan adanya peserta seleksi pada penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 yang tidak diberangkatkan ke tingkat Panitia Pusat dikarenakan terkonfirmasi Positif Covid -19," ucap Goldenhardt.

Ia menjelaskan, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR test yang dilakukan BTKLPP Kota Batam, selaku pihak yang ditunjuk Kemenkes. "Untuk itu pada kesempatan ini kita akan mendengarkan secara teknis dan ilmiah dari BTKL PP sehingga hal ini dapat menjadi dasar untuk bisa dipahami oleh masyarakat termasuk juga penyampaian dari Pengawas Eksternal yang menyaksikan selama proses rekrutmen berlangsung," kata Goldenhardt.

Kepala BTKLPP Kota Batam, Budi Santosa mengatakan, pihaknya menerima 43 sampel swab PCR Test pada Rabu (29/7/2020) dari Rumah Sakit Bhayangkara. "Kami lakukan test dan di setiap sampel telah dilengkapi dengan data peserta dan foto copy KTP-nya. Kemudian sampel tersebut dilakukan pemeriksaan melalui PCR di Laboratorium BTKLPP Kota Batam pada hari yang sama," ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, pada 30 Juli 2020, hasil telah keluar dan dipublish serta dikirim pada tanggal 31 Juli 2020.

"Pada pemeriksaan sampel di laboratorium telah dilakukan registrasi dan proses pembongkaran specimen, pemberiaan ID dan label berdasarkan nomor Laboratorium," sambungnya.

Setelah semua proses berjalan, kata dia, pihanya mendapatkan hasil negatif dan positif. Hasil tadi diberikan tanda dan kemudian dikroscek kembali dengan nomor ID pada label sampel. "Dari semua proses tersebut maka keluarlah hasil validasi yang kemudian kita masukkan ke dalam system kita yang kemudian dipublish ke bagian tim publish," tuturnya.

Pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan. Dalam SK tersebut telah ditentukan Laboratorium mana saja yang dapat melakukan pemeriksaan swab test.

"Dan kita dari BTKLPP Kota Batam yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan hasil swab tersebut pada wilayah Provinsi Kepri dan kita juga telah masuk di dalam standard serta mempunyai kualifikasi secara nasional. Perlu diketahui tidak semua laboratorium yang masuk kedalam kategori ini," jelas Budi Santosa.

Lanjutnya, BTKLPP Batam telah melakukan pemeriksaan sampel untuk kasus Covid-19 ini hampir 12.000 sampel dan masa inkubasinya 1 sampai dengan 14 hari ke depannya.

Jadi kemungkinan, tambahnya kembali, hasilnya dapat berubah atau pun tidak itu bisa saja terjadi, karena hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang selama masa inkubasi tersebut.

"Pemeriksaan dengan menggunakan alat yang berbeda, tentunya akan menunjukkan hasilnya berbeda pula, seharusnya apabila ada keraguan pada calon peserta seleksi tersebut dapat memeriksakan dirinya kembali ke lab kami (BTKLPP Batam)," jelas Budi Santosa.

Dimas, Pengawas Eksternal dari LSM FKPM mengatakan, selama proses rekrutmen seleksi penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 berlangsung, pihaknya yang notabene orang luar dari institusi Polri melihat bahwa selama proses ini berjalan telah dilakukan dengan transparan dan humanis.

"Saya melihat langsung ke dalam proses ini, dari bahan ujian sampai dengan hasil ujian yang dikerjakan oleh peserta seleksi, dan hasilnya dikeluarkan pada hari yang sama dan langsung disaksikan oleh para peserta. Setiap proses seleksi dilakukan perekaman jadi saya menilai di sini tidak ada cela untuk kecurangan dapat terjadi," katanya.

"Termasuk juga pada saat hasil test swab keluar, kami bersama-sama datang untuk menjemput hasil dan bersama-sama juga mengantar serta menyerahkan hasil swab test kepada masing-masing peserta seleksi," kata Dimas.

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit