logo batamtoday
Senin, 03 Agustus 2020
ACT QURBAN


DJBC Kepri Fasilitasi Ekspor Bungkil dan Air Kelapa dari Kundur ke Malaysia
Kamis, 16-07-2020 | 11:16 WIB | Penulis: Freddy
 
Pelepasan ekspor bungkil dan air kelapa ke Malaysia. (Foto: Ist)  

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kantor Wilayah Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau bersama Kantor Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, KSOP dan instansi vertikal lainnya melakukan akselerasi ekspor produk pertanian bungkil dan air kelapa ke Malaysia, Rabu (15/7/2020).

"Walau di tengah lesunya ekonomi dunia, kita tetap menggenjot upaya ekspor berbagai industri dengan memberi kemudahan fasilitasi ekspor. Salah satunya ekspor bungkil dan air kelapa," jelas Agus Yulianto dalam siaran pers, Kamis (16/7/2020).

Ia mengungkapkan, bahwa Pandemi Covid-19 yang telah merebak sejak awal tahun 2020 lalu telah berdampak pada lesunya ekonomi seluruh dunia, termasuk Indonesia

Agus menambahkan, salah satu yang menjadi tugas DJBC adalah menjamin terselenggaranya Perdagangan internasional di bidang ekspor agar bisa berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan amanat Presiden RI terkait kemudahan investasi dan cost logistik yang murah atau yang dikenal dengan Ease of Doing Bussiness (EODB).

"Untuk wilayah Kepulauan Riau, merupakan daerah yang potensial dari sisi sumber daya alam baik perikanan dan pertanian, disamping hasil tambang yang telah memberi nilai tambah bagi daerah," jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa sejak tahun 2020 total ekspor untuk produk pertanian dari kelapa mencapai devisa yang tinggi.

"Total devisa ekspor bungkil dan air kelapa mencapai Rp 20.855.900.000 dengan total 42 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)," terangnya.

Ia menambahkan bahwa Bea dan Cukai Kepulauan Riau telah banyak memfasilitasi kemudahan ekspor. Beberapa waktu lalu sudah mencoba melakukan direct pengurusan dokumen ekspor untuk pengolahan ikan di wilayah Bintan. Selain itu wilayah Kepri terdapat industri perkebunan seperti sagu, gambir, nanas, pisang.

"Ini semua menjadi tugas DJBC dan seluruh stakeholder untuk bisa mengakselerasi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu bersaing ke pasar regional maupun internasional," ujar Rasyid.

"Dalam mendukung peningkatan ekonomi di bidang ekspor, sinergi beberapa stakeholder seperti DJBC dan instansi vertikal lainnya seperti Karantina dan KSOP, dan tidak kalah pentingnya adalah peran pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan investasi baik dari sisi penyediaan lahan dan kemudahan perijinan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Karimun telah melakukan pencanangan industri tangguh Covid-19 pada 9 Juli 2020 lalu dan ini tentunya sangat diperlukan guna terwujudnya pembangunan ekonomi
yang berbasis kekayaan lokal yang nantinya mampu bersaing baik dari sisi kualitas produk maupun biaya produksi dan pada akhirnya akan mampu meningkatkan perekonomian di daerah tersebut.

Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit