logo batamtoday
Senin, 03 Agustus 2020
ACT QURBAN


Solusi Karut-marut PPDB di Batam
Isdianto Janjikan Penambahan Ruang Kelas Baru untuk Calon Siswa Tak Lolos PPDB di Batam
Senin, 13-07-2020 | 13:20 WIB | Penulis: Putra Gema
 
Plt Gubernur Kepri usai melakukan pertemuan dengan orangtua calon siswa di SMAN 3 Batam. (Putra/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Plt Gubernur Kepri Isdianto melakukan pertemuan dengan orang tua calon siswa yang tidak lolos dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Batam.

Pertemuan digelar di SMAN 3 Batam, JL Rajawali No. 3, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Senin (13/7/2020), yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga Pukul 11.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Isdianto terlihat tidak didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muhammad Dali maupun Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan.

Saat pertemuan berlangsung, Isdianto mendapati banyak keluhan dari puluhan orangtua calon siswa yang anaknya tidak lolos PPDB. "Banyak orangtua yang anaknya tidak lolos dalam PPDB mengeluh tadi, kami akan cari jalan keluarnya," kata Isdianto.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengadaan ruang kelas baru di beberapa sekolah di Kepulauan Riau. "Solusinya untuk saat ini pengadaan ruang kelas baru, secepatnya akan dilaksanakan," ujarnya.

Isdianto juga memastikan, Pemprov Kepri akan mengalokasikan beberapa anggaran ke sektor pendidikan, agar permasalahan PPDB, yang terjadi setiap tahun, dapat terselesaikan.

Selain itu, Isdianto juga menegaskan kepada semua pihak sekolah agar tidak ada lagi oknum-oknum di sekolah yang selalu memuluskan adanya siswa-siswa pesanan. Hal ini agar permasalahan kuota sekolah dapat terselesaikan.

"Saya minta jangan ada sekolah-sekolah yang menerima surat cinta, untuk meloloskan siswa-siswa pesanan," tegasnya.

Tidak hanya ke SMAN 3 Batam, Plt Gubernur Kepri ini juga melakukan kunjungan kerja ke beberapa sekolah lainnya di Kota Batam, seperti SMAN 5 dan SMAN 1.

Sebelumnya, permasalahan ini juga menarik perhatian Anggota Komisi I DPRD Kepri. Ubaingan Sigalingging atau yang biasa disapa Uba mengatakan, permasalahan PPDB ini tidak pernah terselesaikan dan tidak pernah ada langkah kongkrit yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Berdasarkan banyaknya laporan masyarakat yang diterimanya, Uba mengungkapkan, dalam kondisi seperti ini, pendidikan adalah hal yang paling utama untuk diselesaikan.

"Gubernur harus turun ke lapangan untuk mengetahui secara pasti permasalahan ini. Saya dapat banyak laporan masyarakat setiap tahun dan situasi ini harus diambil kebijakan yang tepat oleh Gubernur Kepri," kata Uba.

Tidak hanya itu, calon siswa yang tersisih dari sekolah negeri yang didaftarnya dan terpaksa harus masuk ke sekolah swasta , lanjut Uba harus diberikan keringanan oleh Pemprov Kepri.

Diungkapkannya, Pemprov Kepri harus mengambil kebijakan dan dapat memberikan backup untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja.

Diharapkannya, penganggaran pengadaan barang di Pemprov Kepri yang tidak begitu penting dapat dialihkan ke anggaran pendidikan, agar permasalahan ini tidak terulang setiap tahunnya.

"Banyak pengadaan-pengadaan di Pemprov Kepri yang sebenarnya bisa dialihkan ke anggaran pendidikan, Pemprov Kepri harus buka mata dan perjuangkan nasib masyarakat ini agar permasalahan ini dapat cepat terselesaikan," tegasnya.

Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit