logo batamtoday
Selasa, 11 Agustus 2020
Pasang Iklan


Gugur di Kongo, Jenazah Pelda Rama Dibawa ke Kampung Halaman Pekanbaru
Jumat, 03-07-2020 | 11:44 WIB | Penulis: Redaksi
 
Peti jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi saat upacara pelepasan keberangkatan jenazah ke rumah duka di Pekanbaru, Riau, di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/7/2020). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Jenazah prajurit TNI AD Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi yang gugur akibat diserang kelompok bersenjata dalam misi perdamaian PBB di Kongo, diterbangkan ke kampung halamannya di Pekanbaru, Jumat (3/7/2020) untuk dimakamkan.

Jenazah diterbangkan menggunakan Pesawat C130 Hercules dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah terlebih dahulu tiba di Indonesia pada Kamis (2/7/2020) malam lalu.

"Hari ini kita menyaksikan pemberangkatan jenazah Pelda Rama untuk diterbangkan ke Pekanbaru," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai upacara pemberangkatan jenazah.

"Setelah semalam mendarat di Cengkareng, dan langsung kita semayamkan di hanggar skuadron 17," imbuh dia.

Hadi mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang telah membantu proses pemulangan jenazah Rama ke Indonesia agar berjalan sesuai dengan rencana.

"Kami seluruh keluarga besar anggota TNI merasa kehilangan seorang prajurit terbaik pada misi perdamaian, misi kemanusiaan," kata dia.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan kondisi satu prajurit TNI yang juga menjadi korban pada serangan itu, Prajuit Satu (Pratu) Makbul, saat ini semakin membaik.

"Satu rekannya atas nama Pratu Makbul selamat karena terkena pecahan kaca dan serpihan materil senjata, saat ini sudah pulih kesehatannya setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit," kata dia.

Rama Wahyudi gugur saat melaksanakan tugas pergeseran pasukan dari markas pusat operasi (COB) di Mavivi ke markas sementara (TOB) di Halulu, Senin (22/6/2020) sore.

Mereka dalam misi pengiriman ulang logistik ke TOB bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Anggota TNI yang ikut dalam tugas tersebut berjumlah 12 orang, dengan dukungan 2 orang tentara Malawi. Rama sendiri menjadi komandan tim (dantim).

Mereka berangkat dengan menggunakan truk logistik yang dikawal oleh dua kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC).

Dalam perjalanannya, mereka diadang oleh kelompok bersenjata. Rama gugur di tempat karena terkena tembakan.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2020 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit