logo batamtoday
Senin, 17 Februari 2020
PKP


Iklan di Pepohonan, Sampah Visual Merusak Kelestarian Lingkungan
Senin, 06-01-2020 | 13:44 WIB | Penulis: Hendra Mahyudi
 
Iklan di pepmohonan. (Hendra)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Sepanjang jalan di kawasan Kecamatan Sagulung dan Batuaji, pepohonan terlihat berwarna-warni oleh iklan dan selebaran yang ditancapkan di batang pepohonan.

Hal ini tentu sangat menyalahi aturan estetika tata kota. Pemasangannya yang tak memikirkan nasib pohon dapat merusak perindang jalan rusak akibat paku dan juga kawat-kawat yang diikatkan.

Padahal pohon yang dipaku tersebut akan membuat kambium di dalam pohon rusak dan membuatnya rentan kena penyakit lalu perlahan akan rusak dan mati, sehingga tidak bisa menghasilkan oksigen lagi.

Pohon-pohon dewasa biasanya menyerap karbondioksida sebanyak 48 pon per-tahun dan melepaskan oksigen dan itu bisa mendukung 2 manusia untuk bernapas.

"Pun ada manfaat klimatologis yang didapat, seperti terciptanya iklim mikro, seperti kelembaban udara, suhu, dan curah hujan sehingga menciptakan kestabilan iklim yang sehat," ujar Ip Wasdak, Kabid Perlindungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Sabtu (4/12/2019) siang ini.

Selain itu lanjutnya, hutan kota atau perindang jalan juga memiliki manfaat hidrologis yakni melalui perakaran tanaman dan serasahnya maka akan mampu menyerap kelebihan air pada musim hujan sehingga banjir bisa teratasi.

"Ditambah lagi manfaat protektif, pepohonan berfungsi sebagai pelindung dari pancaran sinar ultraviolet dan penahan angin. Lalu manfaat higienisnya, menjadikan udara lebih bersih dan sehat," terangnya.

Memaku pohon merupakan tindakan tak terpuji dan tidak ramah lingkungan. Pohon seyogyanya ditanam sebagai perindang, bukan sarana pemasangan iklan sesuka hati. Pasang iklan sembarangan juga sangat merusak estetika.

"Pemasang iklan pada pohon, selain menyalahi aturan dan merusak estetika juga dapat menyebabkan pohon keropos dan mati. Nah, pohon keropos itu berbahaya. Menurut saya prilaku memaku pohon sama merusaknya dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan atau membuang limbah ke sungai. Sama-sama berpotensi memberi dampak buruk bagi lingkungan," jelasnya.

"Selain melanggar aturan, pemakuan pohon oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan manggantung spanduk, poster dan lainnya juga menjadi sampah visual yang menganggu estetika ruang terbuka hijau dan jalan," tandasnya.

Editor: Chandra

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit