logo batamtoday
Jum'at, 13 Desember 2019
PKP


Kejang-kejang Saat Bermain Game Online di Kelasnya, Ternyata Siswa Ini Miliki Riwayat Penyakit
Kamis, 31-10-2019 | 13:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Potongan video siswa kejang di ruang kelas. (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Sebuah video viral di media sosial terkait seorang siswa kejang-kejang di dalam kelasnya. Sesuai dengan tulisan pada postingan tersebut, pelajar tersebut kejang-kejang ssaat bermain gam online

Video tersebut pertama kali diposting akun instagram @keluhkesahojol.id menunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut;

"Sebuah video memperlihatkan seorang siswa terlihat kejang-kejang saat bermain game online di dalam kelasnya, kejadian di salah satu SMA di Luwu Timur Sulawesi Selatan.12-September-2019
#stopkecanduangameonline“

Namun kejang-kejang yang dialami siswa tersebut bukan karena kecanduan game online, melainkan memang memiliki riwayat penyakit epilepsi dan belum sarapan saat ke sekolah.

Kejadian ini terjadi pada bulan September 2019 lalu. Namun hingga kini videonya masih tersebar dengan isu bahwa pelajar tersebut tewas saat bermain game online, hingga ke Batam.

Mengutip turnbackhoax.id, pihak orangtua murid sudah memberikan klarifikasi. Diketahui siswa dalam video itu berinsial PH (17), kelas 11 SMA Negeri 1 Luwu Timur. Menurut orangtua PH, Palalloi bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa (10/09/2019) lalu sekitar pukul 11.30 Wita itu karena anaknya belum sarapan saat ke sekolah.

"Sakit yang disebabkan tidak sarapan. Memang ia jarang sarapan pagi kalau ke sekolah,, makanya dia sering sakit-sakit," katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi, anaknya sempat dibawa ke puskesmas dan dirawat selama 3 jam. Setelah itu, ia kembali ke rumah untuk bermain dengan tetangga.

"Jadi setelah dirawat di puskesmas 3 jam, esoknya sudah kembali ke sekolah. Kesibukan anak tersebut kalau pulang sekolah hanya di rumah atau bermain dengan tetangganya," ucapnya.

Selain diterpa isu kejang karena main game online, beredar informasi atau isu bahwa anaknya mengonsumsi obat terlarang.

"Anak saya bukan karena minum obat seperti isu yang beredar, bukan pula karena pengaruh main game, tetapi memang karena sakit sampai pingsan akibat tidak sarapan pagi," ujarnya.

Kepala sekolah SMA di Luwu Timur, bernama Muhammad Saleh menjelaskan, pada saat kejadian, Selasa (10/9/2019), FH dan rekan-rekannya memang diperbolehkan membawa ponsel android ke kelas karena berhubungan dengan salah satu mata pelajaran sekolah.

"Siswa itu kelas 11, sekarang ada di ruangan saya. Dia punya riwayat penyakit epilepsi. Kebetulan saat bermain game di sekolah penyakitnya kambuh," ucap Saleh mengklarifikasi video viral tersebut, Jumat (13/9/2019).

"Selesai mata pelajaran itu, kan siang, istirahat dan salat zuhur. Tapi siswa ini main game di kelas sampai kambuhlah itu penyakitnya. Baru ada temannya yang videokan, saya juga masih cari itu siswa yang merekam," sebut Saleh.

Saleh juga membantah informasi beredar yang menyebutkan kalau siswanya tersebut meninggal karena kecanduan bermain game. "Itu juga ada yang bilang meninggal, hoaks itu. Anak itu sudah sehat setelah dibawa ke puskesmas. Jadi salah itu yang bilang meninggal," kata Saleh.

"Malah sebenarnya penyakit anak ini jarang sekali terjadi, ini hanya kebetulan kejadian di sekolah. Sekarang anak itu sudah masuk sekolah lagi seperti biasa," sebut dia.

Editor: Chandra

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit