logo batamtoday
Selasa, 17 September 2019
PKP


Waspada, Peretas Bisa Akses WhatsApp yang Belum Update
Sabtu, 18-05-2019 | 16:04 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - WhatsApp memberikan informasi yang sedikit tentang peretasan besar pekan ini. Sejumlah pengguna yang gagal memperbarui WhatsApp khawatir peretas bisa mendapatkan informasi pribadinya, termasuk pesan dan lokasi data.

Wandera, sebuah perusahaan keamanan smartphone yang juga bekerja sama dengan Rolex, Deloitte, General Electric, dan Bloomberg, melakukan penelitian. Wandera membantu mengamankan smartphone karyawan di perusahaan tersebut, dan memiliki lebih dari 1 juta perangkat di bawah manajemennya, 30 persen di antaranya memiliki WhatsApp yang diinstal.

Artinya, Wandera dapat melihat apakah 300.000 pengguna perangkat telah mengambil saran Facebook dan memperbarui WhatsApp untuk menambal kerentanan keamanan.

Pada Kamis, (16/5/2019), Wandera menemukan bahwa 80,2 persen perangkat iOS dalam kelompok 300.000 ini tidak diperbarui, sementara 55,4 persen perangkat Android juga rentan.

Menurut laman Businessinsider pada Jumat (17/5/2019), para peretas, yang belum diidentifikasi, memperoleh akses dengan memanfaatkan kerentanan dalam fungsi panggilan WhatsApp untuk memasang penyadap yang dikembangkan oleh NSO Group Israel. Bahkan jika target tidak menerima panggilan, malware dapat menginfeksi ponsel.

WhatsApp belum memberi tahu pengguna secara langsung tentang masalah ini, dan keamanan tidak disebutkan sebagai bagian dari proses pembaruan aplikasi di Apple App Store dan Google Play Store. Sebaliknya, WhatsApp telah mengeluarkan pernyataan pers yang mendesak orang untuk memperbarui aplikasinya.

"WhatsApp mendorong pengguna untuk meningkatkan ke versi terbaru dari aplikasi kami, serta menjaga sistem operasi seluler mereka tetap up to date, untuk melindungi terhadap eksploitasi potensial yang ditargetkan dan dirancang untuk mencuri informasi yang tersimpan di perangkat seluler," kata pihak WhatsApp.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Kamis, Sheryl Sandberg, chief operating officer Facebook, mengatakan investasi perusahaan dalam keselamatan dan keamanan memungkinkan para insinyurnya menemukan peretasan WhatsApp. "Karena kami menempatkan lebih banyak insinyur untuk mencari bug, mencari kerentanan, kami menemukan ini, makan kami mematikannya," kata Sandberg.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit