logo batamtoday
Rabu, 24 Juli 2019
Banner-PKP


Kick Off Proyek SKKL Damai, Triasmitra Tunjuk Batam Jadi Tuan Rumah
Kamis, 25-04-2019 | 10:16 WIB | Penulis: Nando Sirait
 
Prosesi Kick Off Proyek SKKL Damai. (Foto: Nando Sirait)  

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Ketrosden Triasmitra (Triasmitra) bekerjasama dengan PT lnfrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra), anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menggelar Kick Off Penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Medan - Dumai yang diberi nama proyek DAMAI, di Pelabuhan Kabil, Kota Batam, Kamis (25/04/2019).

Kick Off penggelaran DAMAI juga dihadiri oleh pejabat dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Kementerian Perhubungan khususnya dari Direktorat Hubungan Laut dan Distrik Navigasi Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI), dan beberapa operator telekomunikasi pelanggan Triasmitra.

CEO PT Triasmitra, Titus Dondi menyampaikan, adapun alasan pihaknya menunjuk Batam sebagai tuan rumah, dalam proyek mendukung jaringan telekomunikasi di Kota Medan dikarenakan pemangkasan jalur up stream Kota Medan yang harus melalui Kota Jakarta sebelum ke Singapura. Dengan proyek DAMAI, maka jalur tersebut bisa dipangkas dan lebih dekat, sehingga up stream dari Medan bisa langsung ke Singapura.

"Sekarang ini Medan-Jakarta juga kami masih lewat jalur kabel darat jadi cukup banyak gangguannya. Dengan lewat kabel laut, kami harap traffic di Medan bisa lebih lancar," katanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan untuk pembangunan kabel bawah laut dilakukan di Batam karena memiliki fasilitas pelabuhan terlengkap. Juga sudah mempunyai penyimpanan kabel sementara.

Proses penggelaran kabel optik proyek DAMAI sudah mulai berjalan sejak kuartal ketiga tahun 2018. Proyek ini ditargetkan akan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2019.
Sementara penggelaran kabel optik yang menjadi kegiatan utama sudah dimulai sejak pertengahan April 2019 sampai dengan akhir Juli 2019. "Proyek Medan Dumai Cable System (DAMAI) ini memerlukan kabel optik sepanjang 572 Km, yang terbagi menjadi 2 segmen yaitu segmen Medan Panipahan sepanjang 247 Km dan segmen Panipahan Dumai sepanjang 325 Km. Kabel optic yang digunakan adalah kabel optic berkapasitas 24 cores (submarine) dengan jenis kabel optic 6654 C," lanjutnya.

Titus menambahkan, proyek ini sendiri menggunakan kabel berkemampuan 115 terabyte dan masih bisa meningkat lagi dengan bantuan teknologi. Di mana SKKL Medan Dumai Cable System (DAMAI) akan semakin melengkapi jaringan fiber optik yang dimiliki oleh Triasmitra setelah sebelumnya memiliki jalur Jakarta - Bangka -Batam -Singapura (B2JS) Cable System sepanjang 1070 Km.

Lalu Surabaya - Denpasar Cable System (SDCS) sepanjang 520 Km, Ultimate Java Backbone (UJB) sepanjang 2.661 Km dan Jakarta -Surabaya (Jayabaya) Cable System sepanjang 875 Km yang selesai dibangun tahun 2018 lalu.

Dengan kelengkapan perangkat yang telah dimiliki oleh Triasmitra ditambah telah adanya kerjasama dengan Bakamla sejak tahun 2018 serta dengan institusi lainnya, Triasmitra yakin bahwa keamanan SKKL yang dikelolanya semakin terjamin.

Triasmitra berharap dengan dibangunnya jalur Medan Dumai Cable System (DAMAl) ini, kebutuhan lnfrastruktur telekomunikasi dapat terpenuhi yang pada gilirannya akan semakin memajukan telekomunikasi lndonesia ditengah persaingan global.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Ahmad M Ramli menyebutkan sudah ada 38 ribu kabel laut yang tertanam di Indonesia sampai saat ini.

Kabel laut tersebut dimiliki 8 pelaku usaha. Ia mengatakan kabel laut saat ini telah menjadi tulang punggung bagi trafic komunikasi khususnya penggunaan data saat ini.

"Kalau dulu SKKL untuk telegrafi juga voice, sekarang lebih untuk bandwith dan broadband untuk traffic data. Ketika kita memasuki industri 4.0 dan ekonomi digital sudah menjadi tulang punggung, maka telekomunikasi jadi sarana paling penting," tutur Ahmad.

Ia menyebutkan dengan proyek ini maka kebutuhan pokok negara akan hal telekomunikasi bertambah satu lagi. Apalagi penggunaan kabel serat optik saat ini cenderung banyak terganggu mulai dari gangguan erosi, bencana alam vandalisme, dan lainnya.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit