logo batamtoday
Rabu, 22 Mei 2019
Banner-PKP


Miris, Batam Peringkat Pertama Daerah Transit TKI Ilegal di Indonesia
Senin, 18-02-2019 | 09:16 WIB | Penulis: Romi Chandra
 
Empat orang tersangka 'pemain TKI ilegal di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center bersama barang bukti setelah diamankan Polda Kepri. (Dok Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam dikatakan menjadi tempat transit tingkat pertama dalam penyelundupan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri. Meski hanya sebagai daerah transit, namun kondisi ini cukup miris.

Letak geografis yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, membuat Batam dimanfaatkan para mafiaTKI menjadi pusat perdagangan manusia (human trafficking).

Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Chrisantus Paskalis Saturnus Esong, atau lebih dikenal dengan panggilan Romo Paskal mengatakan kondisi ini seharusnya bisa menjadi perhatian bersama.

"Trafficking di mana saja ada. Namun Batam memiliki ciri khas tersendiri. Saat ini Batam menjadi daerah tujuan utama untuk transit para TKI ilegal yang akan dikirim ke luar negeri," ujarnya, belum lama ini.

Kondisi tersebut, lanjutnya, semakin meninggak pada dua tahun terkahir. Bahkan, tidak jarang pihaknya menyelamatkan para calon TKI ilegal dari tangan-tangan 'aktor' penyelundupan tersebut.

"Ini seharunya menjadi kecemasan bukan untuk kami saja. Namun, seharusnya menjadi perhatian kita semua yang ada di Batam. Bagaimanapun juga kejahatan harus diberantas," tegasnya.

Rata-rata tambahnya, warga Batam adalah penduduk yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan ke Batam tentunya bekerja untuk kebaikan.

"Seharusnya kita bekerja untuk kebaikkan, bukan bekerja untuk mengeksploitasi orang. Bukan mengambil keuntungan dari jiwa-jiwa yang tidak berdosa," sesalnya.

Berbagai upaya terus dilakukan pihaknya untuk meyadarkan masyarakat, sehingga bisa menekan angka trafficking di Batam. "Ini seharusnya menjadi gerakan bersama. Kami juga terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. Dengan harapan, perdagangan manusia bisa ditekan," pungkasnya.

Pengakuan Romo Paskal juga dibuktikan dengan tindakan yang dilakukan Polda Kepri yang mengamankan belasan calon TKI ilegal di Pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (6/2/2019) lalu.

Meskipun ada beberapa orang yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut, namun masih banyak aktor-aktor dalam kegiatan ini leluasa beraksi.

Salah satunya, seorang bernisial J. Di lapangan, dia dibantu oleh tiga orang lainnya, yakni E, R dan L. Tidak hanya J, pemain lainnya yang didapat BATAMTODAY.COM, adalah seorang berinisial L bersama A.

Editor: Surya

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit