logo batamtoday
Jum'at, 22 Juni 2018
Cluster-Botania-Garden


Turki dan Rusia Mau Bikin Rudal Bareng?
Kamis, 14-06-2018 | 18:18 WIB | Penulis: Redaksi
 
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengajak Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk bekerjasama mengembangkan sistem rudal sebagai bagian dari usaha pertahanan negara. (Sputniknews.com)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Turki kini sedang sibuk mengembangkan sistem rudal sebagai bagian dari usaha pertahanan negara. Oleh karenanya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengajak Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk bekerjasama.

"Saya sudah mengontak Presiden Putin dengan proposal tentang kerja sama produksi S-500," kata Erdogan dalam sebuah wawancara dikutip dari situs berita Rusia, Sputnik, Kamis (14/6/2018).

Erdogan tidak mengungkapkan bagaimana respons Putin terkait ajakannya. Media Anadolu sempat mengutip pernyataan Erdogan bahwa Rusia memberikan pinjaman untuk membeli sistem rudal S-400 dengan 'syarat yang mudah diterima'.

"Selama tahap kedua dan ketiga kami akan memproses produksi kerja sama dari S-500," imbuhnya.

S-500 merupakan 'adik' sekaligus pengganti sistem pertahanan udara yang sudah ada sebelumnya yakni S-400. Saat ini sistem rudal generasi baru ini masih dikembangkan dan akan melaksanakan tugasnya 25 tahun lagi.

Sergei Hoigu, Menteri Pertahanan Rusia, sebelumnya berkata bahwa S-500 akan mulai dimasukkan dalam angkatan bersenjata Rusia pada 2020.

Pada Februari lalu, Deputi Perdana Menteri Dmitry Rogozin menyampaikan pada koran Kommersant bahwa sistem S-500 dan S-400 sudah dalam perjalanan di Nizhny Novgorod.
Erdogan menggarisbawahi bahwa jika diperlukan, Ankara siap menggunakan sistem rudal S-400 buatan Rusia.

"Ada sistem pertahanan, jadi kenapa kita tidak menggunakannya?" ucapnya.

Kedua negara telah menandatangani persetujuan pnjaman untuk akuisisi empat sistem baterai misil S-400 pada Desember 2017. Pengiriman sistem rudal yang lebih canggih dari Rusia ke Turki dijadwalkan dilakukan pada pada kuarter pertama 2020.

Menurut Sekretariat Industri Pertahanan Turki, Ankara akan membeli dua baterai rudal S-400 yang akan dioperasikan oleh personel militer Turki.

Sistem Rudal Rusia S-500 dibuat dengan kemampuan untuk melindungi Rusia dari serangan udara. Ia diharapkan dapat mengejar target hingga ketinggian lebih dari 60 mil. Jika berhasil, rudal ini bakal mengalahkan sistem rudal yang sudah ada.

Sistem rudal Rusia tersebut bakal bisa mendeteksi dan secara simultan mengejar sepuluh rudal yang meluncur dengan kecepatan lebih dari empat mil per detik. S-500 juga jadi satu-satunya rudal yang mampu mengejar target dengan kemampuan hipersonik.

Sumber: CNN Indonesia.com
Editor: Gokli

Banner-glory-point
evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit