logo batamtoday
Jum'at, 21 September 2018
Cluster-Botania-Garden


Debat Putaran Kedua
Dua Paslon Pilkada Tanjungpinang Adu Visi-Misi Kembangkan Pariwisata
Rabu, 16-05-2018 | 12:04 WIB | Penulis: Ismail
 
Dua Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang adu visi-misi mengembangkan pariwisata saat debat calon putaran kedua. (Foto: Ismail)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang putaran kedua berlangsung panas. Kedua pasangan calon beradu visi dan misi tentang sosial ekonomi, lingkungan, serta pariwisata di Kota Tanjungpinang.

Pasangan nomor 1, Syahrul-Rahma berpandangan, sebagai kota yang bersejarah, Tanjungpinang memikiki banyak potensi pariwisata. Di mana, pada sektor tersebut bisa menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Terlebih, Tanjunngpinang memiliki Pulau Penyengat yang penuh dengan sejarah. Oleh karena itu, seharusnya Pulau Penyengat yang menjadi icon Tanjungpinang ini bisa dibenahi dengan merevitalisasi sarana dan prasarana di pulau tersebut.

"Terutama pada jalur transportasi ke Pulau Penyengat. Dengan begitu, para turis akan berminat berkunjungan ke Pulau Penyengat," ujarnya dalam penyampaian visi misi, di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (15/5/2018) malam.

Kemudian, dilanjutkan Syahrul, seiring dengan majunya teknologi saat ini, sudah seharusnya Pemerintah Daerah memanfaatkan teknologi tersebut dengan untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Dengan demikian, dirinya akan meningkatkan sistem pelayanan berbasis IT.

Selain itu, untuk mendongkrak perekonomian, pihaknya lebih menekankan ekonomi kerakyatan dan kreatif. Dengan memanfaatkan potensi UMKM di Tanjungpinang.

"Kita tahu potensi industri rumahan dan kreatif di Tanjungpinang sangat besar," katanya.

Sementara itu, pasangan nomer urut 2 Lis-Maya mengemukakan, sektor pariwisata merupakan lokomotif perekonomian Tanjungpinang. Dalam pengembangan pada sektor tersebut, pihaknya mengklasifikasikan pada dua bagian.

Pertama, merevitalisasi kawasan pariwisata yang telah ada. Lalu, membangun kawasan pariwisata baru, seperti membuat destinasi kampung wisata.

Selain itu, pada sektor pembangunan infrastruktur, pihaknya juga membagi zona pembangunan. Yakni, kota lama, baru, dan masa depan.

Di mana, kota lama dimulai dari Pasar Lama Tanjungpinang hingga Kilometer 5, lalu dilanjutkan dengan Kota Baru mulai dari Kilometer 5 hingga kilometer 10. Kemudian, kota masa depan akan terfokus pada wilayah Senggarang dan Kampung Bugis.

"Dengan mengklasikasikan zona pembangunan ini kita bisa memetakan pembangunan infrastruktur di Tanjungpinang," ungkapnya.

Lis juga menambah, tak kalah penting dari nilai pembangunan adalah penanaman nilai budaya pada generasi muda. Pada bidang ini, pihaknya akan berupaya mengimplementasikan nilai budaya dengan kemajuan teknologi. Seperti, secara rutin menggelar event budaya, sehingga menjadi daya tarik bagi generasi muda dalam mengenal kebudayaan.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit