logo batamtoday
Selasa, 23 Oktober 2018
Cluster-Botania-Garden


Laka Maut di Jalinbar, Pegawai Setwan Bintan Tewas Akibat Pendarahan di Kepala
Kamis, 11-01-2018 | 20:02 WIB | Penulis: Roland Hasudungan Aritonang
 
Laka maut di Bintan (Foto: dok.batamtoday)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ibnu Farhan, meninggal dunia diduga akibat adanya pendarahan di kepala karena tabrakan maut di jalan Lintas Barat, Kecamatan Teluk Bintan.

Dokter Emergency Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, dr HA Yusmanedi MMRS SpEM, mengatakan pada saat dibawa ke ruangan IGD, korban sudah meninggal dunia sekitar pukul 13.55 Wib, Kamis (11/1/2018).

"Setelah itu, kita langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab meninggalnya. Dari hasil pemeriksaan, kita mencurigai, korban meninggal dikarenakan adanya pendarahan di kepala yang cukup serius," ujar Yusmanedi saat ditemui di ruangan IGD Raja Ahmad Thabib.

Selain itu, hasil pemeriksaan diketahui bahwa pihaknya melihat ada luka robek didahi sampai ke tulang otak kepala dan di dareah mata sebelah kiri. Saat ini korban yang meninggal ini sudah dipulangkan ke kediamannnya.

"Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan juga ditemukan luka memar pada bagian dada," ungkapnya.

Sementara itu, korban lainnya atas nama Yuzet, yang diketahui merupakan Kepala Dinas Pajak dan Retribusi Daerah Pemerintah Dearah Kabupaten Bintan, tidak mengalami luka yang parah. Hanya saja, mengalami lecet-lecet dibagian kepala.

"Masih kita rawat di IGD, setelah kita ketahui hasil rontgennya maka akan kita pindahkan ke ruang rawat inap," katanya.

Sedangkan untuk korban atas nama Iwan yang diketahui merupakan supir Daeng Yatir, Ketua Komisi I DPRD Bintan, kondisinya saat ini kritis di ruangan IGD. Korban juga mengalami patah tulang pada paha dan retak di kepala, sehingga menyebabkan kesadarannya menurun.

"Awalnya kesadarannya sekitar 15 persen namun sampai saat kesadarannya menurun menjadi 12 persen," ucapnya.

Sehingga diperlukan penanganan yang lebih intensif dengan menggunakan CT Scan, namun karena di rumah sakit ini belum ada CT Scan maka setelah kondisi korban sudah lebih membaik, akan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Midiyanto Suratani di Tanjungpinang.

"CT scan dilakukan untuk melihat apakah ada pendarahan di ginjal dan perut serta kepala, karena kita takutkan seperti itu," pungkasnya.

Editor: Udin

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit