logo batamtoday
Kamis, 18 Oktober 2018
Cluster-Botania-Garden


Begini Ketatnya Penjagaan di Kebun Ganja, Obat Berlisensi Pertama Queensland
Rabu, 10-01-2018 | 09:38 WIB | Penulis: Redaksi
 
Direktur Medifarm, Adam Benjamin, di luar pagar berduri yang melindungi rumah kaca (Sumber foto: ABC Rural)  

BATAMTODAY.COM, Australia - Suasana rahasia begitu terasa dalam sebuah kunjungan media ke kebun ganja berlisensi pertama di negara bagian Queensland, Australia, yang hampir selesai, yakni di wilayah Sunshine Coast.

Tanaman 'induk' ganja obat pertama diperkirakan akan diimpor dari Israel dalam waktu satu bulan, dengan pengolahan dijadwalkan dimulai dalam paruh pertama tahun ini, untuk memasok 5.000 pasien Australia.

Wartawan yang ikut dalam kunjungan diwajibkan untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan, berjanji untuk tidak mengungkapkan lokasi dari fasilitas senilai multi juta dolar ini, sebelum direktur Medifarm, Adam Benjamin, memimpin tur ke fasilitas berkeamanan tinggi tersebut.

Di ujung jalan pedesaan, pagar berkeamanan tinggi yang dilapisi kawat berduri dikelilingi sebuah rumah kaca besar yang tak boleh dimasuki wartawan.

"Saya kira, salah satu alasannya yakni otoritas perizinan, yakni Kantor Pengendalian Obat-obatan melalui departemen kesehatan federal, menyukai apa yang kami ajukan dan memberi kami lisensi adalah segalanya," kata Benjamin.

"Kami menumbuhkan, kami memproduksi, kami mengolah, kami mengemas dan kemudian kami menyalurkan ke sejumlah tempat, yang menurut saya, untuk pertanggungjawaban begitu sangat penting."

"Otoritas perizinan memiliki hak untuk mengetuk pintu kami setiap saat sepanjang hari semau mereka lalu masuk dan memeriksa, dan uangnya berhenti bersama kami."

Pemindaian biometrik untuk pekerja

Ketika para pekerja tiba di kompleks Medifarm, mereka akan dikenali dengan pemindaian sidik jari, dan masuk melalui pintu putar baja.

"Mereka berganti pakaian. Mereka kemudian pergi ke bagian terpisah, yang semuanya dikendalikan oleh pemindaian sidik jari biometrik untuk akses," kata Benjamin.

Anggota Parlemen Australia untuk wilayah Fairfax, Ted O'Brien, mengatakan bahwa kontrol ketat terhadap rantai pasokan akan sangat penting bagi harapan Pemerintah untuk menjadikan Australia sebagai pemain dunia nomor satu dalam ganja obat.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengumumkan perubahan peraturan yang memungkinkan ekspor ganja obat, memanfaatkan apa yang diperkirakan Pemerintah sebagai industri bernilai $ 70 miliar (atau setara Rp700 triliun) pada tahun 2025.

"Kami perlu mendapatkan persetujuan. Badan Pengawas Narkotika Global telah memberi persetujuan pada kerangka yang diadopsi di Australia," kata O'Brien.

"Itu hanya bisa bertahan jika kami memiliki sejumlah pemain yang memproduksi produk ini, melakukan apa yang Medifarm lakukan."

"Ini tentang membangun industri baru dan karena itu sangat penting agar perusahaan ini dan orang lain mematuhinya."

"Banyak negara yang saat ini aktif sedang menjajaki peluang impor tapi juga mengekspor sendiri, Ada banyak negara bagian, terutama di AS yang sangat aktif. Kanada mulai ikut meramaikan."

Jenis berbeda untuk kondisi berbeda

Medifarm adalah satu dari hanya empat perkebunan ganja berlisensi yang mendapatkan persetujuan di Australia.

Perusahaan ini memiliki kemitraan kekayaan intelektual eksklusif internasional dengan perusahaan yang berbasis di Israel, yakni Tikun Olam, yang mempelopori produksi dunia 12 tahun lalu.

Jenis yang berbeda ditumbuhkan untuk mengobati kondisi medis yang berbeda.

"Sembilan puluh lima persen obat yang kami hasilkan tidak memiliki bahan psikoaktif, jadi walaupun ada tindakan pengamanan, kami tak membicarakan tentang apa yang biasanya orang ambil dan coba serta konsumsi," kata Benjamin.

Delapan obat farmasi yang dijadwalkan telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Australia untuk mengobati sejumlah kondisi termasuk rasa sakit terkait kanker, mual dan muntah, sclerosis ganda dan epilepsi, serta untuk perawatan paliatif.

Tapi keputusan akhirnya tetap berada pada dokter yang meresepkan perawatan kontroversial tersebut.

"Semuanya akan diuji kualitasnya. Kami kemudian akan memvalidasi di luar fasilitas ini yakni di Universitas Sunshine Coast," kata Benjamin.

Dua gudang baja besar telah ditambahkan ke fasilitas ini. Salah satunya akan digunakan untuk menyimpan produk mentah kering yang telah dipanen.

"Ini adalah pintu baja yang sangat berat, dan kemudian saat dibutuhkan untuk tujuan ekstraksi, ganja masuk ke laboratorium, diubah menjadi minyak, diuji dan kemudian semua produk jadi masuk ke pintu lemari besi kedua," kata Benjamin.

"Ini terbukti tahan api dengan peluang 90-90, yang berarti Anda bisa mengalami kebakaran yang menyala-nyala di luar dan tak ada produk apapun di dalam yang akan tersentuh selama paling tidak 90 menit, yang jelas itu memberi Anda lebih dari cukup waktu untuk mengerjakan sesuatu jika sesuatu mungkin terjadi.”

"Bukan hanya keamanan perimeter, tapi juga keselamatan dan keamanan di dalam fasilitas sangat penting."

Sumber: ABC
Editor: Udin

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2016 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit