logo batamtoday
Senin, 26 September 2022
Pasang Iklan


Minta Aparat Hukum Bertindak
Pertanyakan Sejumlah Program, Warga Geruduk Kantor Desa Lancang Kuning
Selasa, 16-08-2022 | 18:40 WIB | Penulis: Harjo
 
Warga Desa Lancang Kuning Bintan demo ke Kantor Desa. (Harjo/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sejak program pengadaan Sapi, budidaya madu kelulut dan pengadaan kelapa genjang, dilaksanakan pelaksanaannya tidak tepat sasaran bahkan tidak jelas wujudnya, walau pun tujuannya untuk peningkatan ekonomi masyarakat Desa Lancang Kuning.

"Karena pada kenyataannya, sudah bertahun-tahun pula warga Desa Lancang Kuning meminta ketranspranan dan jawaban yang pasti. Sampai sejauh ini, belum ada jawaban yang memberikan kepastian serta wujud dari program tersebut," ungkap Sugito alias Bejo salah satu koordinator warga saat mendatangi Kantor Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Senin (15/8/2022).

Terutama untuk program pengadaan Sapi yang akan dikelola oleh masyarakat, hingga saat ini keberadaan sapi belum pernah diketahui. Walau informasinya dititip ke penyedia sapi itu sendiri. Artinya sapi yang dimaksud tidak pernah sampai ke desa, apa lagi untuk dikelola oleh masyarakat.

"Seharusnya Sapi sudah beranak pinak atau berkembang, tapi wujudnya nyata saja belum pernah terlihat. Informasi yang kami dapat, justru penyedia akan memepersiapkan, artinya apa yang sebenarnya dititipkan selama ini," tegas Bejo.

Dari sisi lain, untuk pengadaan bibit Kelapa Genjah, awalnya akan dibagikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2 pohon, kenyataannya tidak diketahui bibit kelapa tersebut ditanam dimana. Mengingat untuk lahan di Desa Lancnag Kuning sendiri, sebagian besar masuk dalam status kawasan hutan.

Selain itu, untuk program budidaya madu kelulut, apakah sudah berjalan dan siapa menjalankan serta hasilnya, sejauh ini juga tidak diketahui. Apa lagi kalau bicara untuk bagi hasil, seperti apa? Apakah asilnya masuk ke dalam pendapatan BUMDes, juga tidak pernah diketahui. Apa lagi, keberadaan BUMDes Lancang Kuning sendiri terbilang tidak sehat.

"Sebagian seperti program pengadaan Sapi, justru dianggarkan tidak sekali. Bahkan penggangran pengemukan serta pembuatan kandang sapi, begitu juga budidaya madu kelulut. Lantas, apakah tersebut bisa dibenarkan tentu yang bisa menjawabnya adalah penegak hukum," katanya.

Sugito bersama rekan-rekannya yang mendatangi kantor Desa Lancang Kuning, sangat berharap agar aparat penegak hukum, segera melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran desa terutama yang berkaitan dengan mengatasnamakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Editor: Yudha

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2022 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit