logo batamtoday
Rabu, 21 April 2021
PKP


Lemhannas RI Ajak Pengguna Medsos Kembangkan Wawasan Kebangsaan
Kamis, 08-04-2021 | 10:12 WIB | Penulis: Hadli
 
Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional RI Prof Reni Mayerni dalam FGD Lemhannas RI di ballroom Hotel Pasific, Rabu (7/4/2021). (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Focus Group Disscussion (FGD) bertajuk 'Optimalisasi peran media sosial guna mengembangkan wawasan kebangsaan', yang berlangsung di ballroom Hotel Pacific, Sei Jodoh, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Rabu (7/4/2021).

FGD pengembangan wawasan kebangsaan ini dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof Reni Mayerni, serta para narasumber dan peserta FGD dari Lemhannas RI.

PKP

Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional RI Prof Reni Mayerni menyampaikan, dari hasil penelitian telah terjadi peningkatan penggunaan media sosial (Medsos), dan bahkan belakangan menjadi media untuk belajar meledakkan bom.

"Mereka belajarnya dari media sosial, dari hal ini dapat kita simpulkan banyak hal-hal positif di media sosial dan tidak sedikit juga hal negatif yang muncul akibat media sosial. Oleh karena itu Lemhannas RI memandang perlunya konten-konten yang mengandung wawasan kebangsaan," ujar Reni Mayerni.

Ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kepri namun akan dilaksanakan juga di wilayah lainnya. Ada lima tahapan dari kajian ini, setelah semua tahapan tersebut selesai nantinya Lemhanas RI akan mengundang para penentu kebijakan dan para menteri untuk bersama-sama dihadapkan dengan judul diskusi ini.

"Dan dari kegiatan ini juga tentunya dapat menjadi pengambilan kebijakan oleh pemerintah, sehingga nantinya kami berharap hasil dari kajian ini dibutuhkan oleh kepala negara untuk pengambilan kebijakan ke depan," jelas Reni Mayerni.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, selama dua hari ini tim dari Lemhannas RI berada di wilayah Kepri, tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan serta belanja masalah terkait dengan peran media sosial dalam mengembangkan ataupun menyampaikan edukasi wawasan kebangsaan.

"Kita menyadari bahwa generasi muda kita merupakan sasaran yang paling besar dalam penggunaan media sosial, bersamaan dengan itu juga kita sadari bahwa pemahaman ataupun internalisasi daripada wawasan kebangsaan empat konsensus dasar itu sangat kurang digenerasi millenial kita". tutur Harry Goldenhardt S.

Ia menambahkan, dalam FGD tadi juga telah disampaikan jumlah pengguna media sosial di wilayah Kepri dan jumlah penyimpangan serta penyalahgunaan di media sosial yang didapat dari hasil Patroli Cyber yang dilakukan Polda Kepri.

"Penyimpangan dan penyalahgunaan yang dimaksud seperti penyebaran hoax, hate speech dan fake news itu masih terjadi di wilayah Kepri dan untuk mengantisipasi hal tersebut kami juga melakukan langkah-langkah seperti kontra narasi dengan kekuatan media resmi dari kami dengan tujuan untuk mencegah dan meminimalisir dampak buruk daripada penggunaan Media Sosial," jelas Harry.

Kata dia, dapat simpulkan juga bahwa penggunaan media sosial oleh masyarakat Provinsi Kepri ini cukup bagus. Namun ke depannya perlu dilakukan peningkatan dan upaya-upaya optimalisasi peran media sosial dalam menyampaikan dan melakukan internalisasi wawasan kebangsaan kepada generasi muda.

"Kami menghimbau kepada user media sosial tentunya kita berharap jadikan media sosial ini untuk hal-hal yang positif, membangun karakter diri, membangun karakter bangsa dan tentunya untuk hal yang lebih bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas pada umumnya," tutup Harry.

Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit